<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog Khusus 18 Tahun</title>
	<atom:link href="http://blog18tahun.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog18tahun.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Jul 2010 02:00:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='blog18tahun.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blog Khusus 18 Tahun</title>
		<link>http://blog18tahun.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://blog18tahun.wordpress.com/osd.xml" title="Blog Khusus 18 Tahun" />
	<atom:link rel='hub' href='http://blog18tahun.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cerita Panas &#8211; Nafsu Tika, Istri Gelapku &#8211; 3</title>
		<link>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/21/cerita-panas-nafsu-tika-istri-gelapku-3/</link>
		<comments>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/21/cerita-panas-nafsu-tika-istri-gelapku-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 02:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blog18tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita panas]]></category>
		<category><![CDATA[birahi nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[cewek nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[foto telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[gairah nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu gadis]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu ibu]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu kontol]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu pembantu]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu seks]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante bugil]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[tante telanjang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog18tahun.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Dari bagian 2 Mungkin pengaruh capek habis naik mobil dari jauh barusan, sehingga aku betul-betul kecapean dan sulit lagi mempertahankan gejolak sperma yang memaksa ingin keluar. Tanpa seizin Tika, spermaku kutumpahkan dalam vaginanya meskipun aku masih terus memompa memek Tika dari bawah dan mengikuti gerakan Tika hingga betul-betul kontolku keluar dengan sendirinya karena kehabisan cairan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=167&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Dari bagian 2</p>
<p>Mungkin pengaruh capek habis naik mobil dari jauh barusan, sehingga aku betul-betul kecapean dan sulit lagi mempertahankan gejolak sperma yang memaksa ingin keluar. Tanpa seizin Tika, spermaku kutumpahkan dalam vaginanya meskipun aku masih terus memompa memek Tika dari bawah dan mengikuti gerakan Tika hingga betul-betul kontolku keluar dengan sendirinya karena kehabisan cairan dan tenaga.</p>
<p>&#8220;Istirahat aja dulu Kak kalau capek, saya ngerti kok Kakak ini terlalu capek habis naik kendaraan hampir seharian&#8221; kata Tika dengan bijaksana sambil turun dari atasku lalu berbaring di sampingku.</p>
<p>Ia nampaknya tidak kecewa dan cukup mengerti atas keadaanku, sebab masih banyak kesempatan untuk mengulangi permainan kami sebentar. Apalagi sebelum kami melakukan semua itu, ia pernah berjanji akan memuaskanku dan ia tidak bakal kecewa atas keterbatasanku serta tidak terlalu menuntut untuk dipuaskan jika aku tidak mampu.</p>
<p>Mendengar kata-kata Tika itu, aku merasa malu dan tidak tau harus berbuat apa, sebab janji yang pernah kuucapkan pada emailku untuk memuaskannya, ternyata tidak mudah aku jadikan kenyataan. Entah, apa aku yang terlalu lemah dan loyo atau Tika yang terlalu kuat dan tidak mudah mencapai puncak kenikmatan seperti yang pernah disampaikanku lewat email bahwa sudah beberapa kali ia bersetubuh dengan pacarnya tapi ia tidak pernah merasakan puncak kenikmatan sex. Apalagi usiaku jauh lebih tua di atas 10 tahun dari usianya, sehingga seharusnya aku perlu obat penambah kekuatan dan daya tahan untuk mengimbanginya. Namun aku terlalu ceroboh dan kurang memperhitungkannya, sehingga aku terpaksa KO lebih awal sebelum ia ada tanda-tanda akan puas. Aku terlalu mengandalkan pengalamanku yang mempunyai jam terbang lebih banyak dari dia, apalagi selama ini hampir semua wanita yang kusetubuhi merasa KO lebih dulu karena kemampuanku dalam merangsang.</p>
<p>&#8220;Maaf yah sayang, aku terlalu capek dari daerah, seharusnya istirahat lebih dulu sebelum kita berperang di atas kasur ini&#8221; kata saya untuk memberi alasan agar ia tidak putus harapan.</p>
<p>&#8220;Nga apa-apa kok Kak, saya khan tidak terlalu berharap dari Kak untuk dipuaskan, sebab saya hanya mau melihat Kakak puas dan bahagia bersamaku apalagi saya memang tidak mudah mencapai kepuasan sex Kak&#8221; jawabnya dengan sedikit tersenyum tanpa ada rasa kecewa sedikitpun diwajahnya.</p>
<p>&#8220;Kakak janji, ronde kedua nanti, akan kuusahakan agar Adik bisa juga merasakan nikmatnya sex. Saya malu dan tidak mau dikatakan hanya mementingkan diri sendiri, apalagi pasti akan membuat kenangan buruh dihati adik sepanjang masa, kita istirahat sejenak aja dulu Dik&#8221; begitulah ucapan saya pada Tika mencoba memberi harapan yang besar.</p>
<p>Setelah aku ke kamar mandi membersihkan kemaluanku, saya kembali berbaring disamping Tika dan berusaha merayu, memeluk dan mencium bibir dan keningnya serta mengelus-elus puting susunya. Tiba-tiba aku teringat pada vitamin yang sengaja kubawa dari daerah sebagai obat yang dapat mengembalikan kondisi tubuh, khususnya bagi yang berusia lanjut. Aku bangkit dari tempat tidurku, lalu menelannya 2 biji, lalu kembali berpelukan dengan Tika di atas kasur empuk itu. Ternyata tidak sia-sia, hanya dalam beberapa menit saja, kontol saya mulai terasa mengeras kembali, apalagi setelah dipegang-pegang oleh Tika.</p>
<p>&#8220;Yuk, kita mulai lagi&#8221; kataku sambil tersenyum pada Tika.</p>
<p>&#8220;Apa Kakak sudah siap lagi? Istirahat aja dulu sebentar Kak, waktu kita masih ada beberapa jam lagi di wisma ini&#8221; katanya seolah tidak mau memaksa kemampuanku.</p>
<p>Sambil berkata begitu, Tika mulai meremas-remas kontolku dan nampaknya ia juga sangat menginginkan hal itu. Tika segera bangun dan kembali mengangkangi tubuhku lalu mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang masih basah karena belum dicuci. Ia sengaja saya minta agar lebih aktif dari aku, karena aku masih agak kecapean. Kontolku yang sudah mengeras kembali itu tidak terlalu sulit dimasukkan sampai seluruhnya amblas ke dalam lubang memeknya. Tikapun mulai menggenjot terus dan kembali menimbulkan bunyi khas, bahkan kali ini ia berbalik membelakangi wajahku sehingga ia tertawa kecil melihat gerakannya pada cermin di sudut kamar itu. Setelah ia puas memandangi posisi kami, Tika lalu turun dan mencoba nungging di depan saya. Sayapun mengerti maksudnya. Berkali-kali aku arahkan ujung penisku pada memeknya yang agak sedikit menganga dari belakang, tapi selalu saja mengenai lubang duburnya, sehingga ia menegurku karena merasa kesakitan.</p>
<p>Mungkin Tika atau saya yang kurang cocok dengan posisi itu, sehingga kami tidak jadi menerapkan posisi nungging itu, melainkan Tika kuminta berbaring terlentang lalu aku kembali menindihnya dan memasukkan kontolku dengan mudah lalu menggenjotnya dengan lebih keras dan cepat. Kali ini berlangsung agak lama daripada ronde pertama tadi.</p>
<p>&#8220;Ngomong ya Kak jika kau mau muncrat supaya aku tahu&#8221; katanya berbisik.</p>
<p>&#8220;Yah sayang, tapi masih jauh rasanya&#8221; jawabku singkat.</p>
<p>Peluh kami mulai bercucuran dan basah sekali sekujur tubuh kami. Walaupun aku telah berusaha menahan spermaku untuk tidak terlalu cepat keluarnya, namun tetap saja Tika belum ada tanda-tanda akan mencapai puncaknya.</p>
<p>&#8220;Auh.. iihh.. eehh.. aahh.. uuhh..&#8221; itulah suara-suara yang menyertai gerakan pinggul Tika ketika aku semakin mempercepat gerakan pantatku menekan pnisku masuk lebih dalam lagi. Sementara aku tetap berusaha untuk tidak mengeluarkan suara meskipun aku merasakan suatu kenikmatan yang luar biasa dibanding aku bersetubuh dengan istriku.</p>
<p>&#8220;Bagaimana sayang, masih jauh? Aku sudah mulai mau keluar nih, nga apa-apa khan saya keluarkan di dalam saja?&#8221; kataku berterus terang.</p>
<p>&#8220;Silakan Kak, aku sudah makan obat pengaman, ngga bakalan hamil kok, ibuku khan bidan, jadi mudah kudapatkan obat seperti itu&#8221; katanya meyakinkanku.</p>
<p>Tidak seberapa lama kemudian, akupun muncrat dalam vaginanya dan kali ini Tika merasakannya dengan denyutan kontolku. Aku tetap berusaha menahan kontolku dalam memeknya, sehingga ia merasa hampir mencapai puncaknya.</p>
<p>&#8220;Kak, kayaknya aku sudah mau keluar nihh, auhh, mm.. hh&#8221; Katanya sambil terengah-engah dan bersuara agak keras.</p>
<p>&#8220;Bagaimana, sudah hampir sayang? Saya capek sekali nih&#8221; kataku terus terang mengalah, sebab kontolku sudah mulai loyo dan kehabisan tenaga sehingga sulit sekali bertahan di dalam.</p>
<p>Kontolku dengan sendirinya keluar dari dalam memek Tika, sehingga kamipun berhenti bergoyang, nampun Tika tetap tidak menunjukkan kekecewaan dan putus asa di wajahnya.</p>
<p>&#8220;Aku telah merasa sedikit lebih puas dari ronde pertama tadi atau mungkin tadi aku udah muncrat tapi aku ngga mengetahuinya&#8221; demikian katanya seolah bahagia dan senang atas pertarungan kami di ronde ke-2.</p>
<p>&#8220;Kita masih punya waktu sekitar 3 jam lagi di kamar ini sayang, mudah-mudahan kita masih bisa lanjutkan ke ronde yang ke 3, kita habiskan saja semua sisa-sisa kemampuan kita di tempat ini, sebab kapan lagi kita dapat kesempatan seperti ini&#8221; kataku penuh harap.</p>
<p>&#8220;Kalau sudah capek dan nga mampu lagi Kak, ngga usah diteruskan dan dipaksakan, khan sudah sama-sama kita merasakan suatu kenikmatan yang cukup, nanti lain kali aja kita bisa lakukan, saya selalu siap kok kapan aja Kakak mau asal beritahu lebih dulu&#8221; kata Tika dengan santun dan penuh penghormatan serta kasih sayang padaku, sehingga aku merasa tidak enak dan berat padanya.</p>
<p>Kali ini, aku kembali ke kamar mandi membersihkan penis saya yang berlepotan dengan sperma, dan Tikapun menyusul, lalu kami sama-sama mengenakan CD kemudian berbaring sambil berpelukan, bermesraan, bahkan aku berusaha terus merangsangnya, terutama di bagian payudaranya dengan mengisap-isap putingnya dan meremas-remasnya serta mengecup pipinya. Kami saling bercanda dan bersenda gurau layaknya suami istri yang seolah tidak ada beban dan ketakutan sama-sekali. Cukup lama kami bermain-main di atas tempat tidur itu tanpa pakaian kecuali CD. Sesekali Tika menyentuh penisku dan meremas-remasnya dari luar CD, sedang aku juga menyentuh dan mengelus-elus vaginanya.</p>
<p>&#8220;Kak, istirahat saja dan tidurlah, biar lebih segar perasaannya, aku rasanya ngga capek dan nga ngantuk&#8221; katanya merayuku berkali-kali agar aku berusaha tidur. Tapi aku selalu takut kalau-kalau ia meninggalkan aku sendirian dalam kamar itu, sehingga mataku juga tidak mau tertidur apalagi sulit lagi kami dapatkan kesempatan emas seperti ini.</p>
<p>Entah pengaruh dari mana, tapi yang jelas tiba-tiba kontolku kembali tegang dan bergerak-gerak dalam CD-ku, sehingga dirasakan pula oleh Tika yang sedang berbaring di bagian bawah perutku. Mungkin akibat vitamin yang kutelan tadi atau karena senda gurau kami yang terlalu asyik. Tika tiba-tiba bangkit dan duduk di sampingku sambil tertawa.</p>
<p>&#8220;Wah, ternyata bangun lagi Kak, apa Kakak masih siap melanjutkannya untuk ronde yang terakhir sebelum kita keluar dari wisma ini kak?&#8221; tanyanya dengan tersenyum dan nampak ia gembira melihat reaksi itu.</p>
<p>&#8220;Boleh saja, tapi isap dulu donk biar lebih keras dan membesar lagi agar dapat bertahan lebih lama&#8221; jawabku dan meminta ia lebih aktif.</p>
<p>&#8220;Ayolah, mari kita coba mulai&#8221; katanya terburu-buru sambil membuka CD-ku dalam keadaan aku tetap terlentang. Hangat dan nikmat sekali.</p>
<p>&#8220;Ahh.. usst.. oohh.. aduhh.. eenakk sekali sayang..&#8221; begitulah eranganku berkali-kali ketika Tika meraih dan memasukkan kontolku ke dalam mulutnya lalu menggocok-gocoknya dengan mulut.</p>
<p>Setelah aku merasa kontolku cukup keras dan membesar lagi dalam mulut Tika, aku dengan segera bangkit dari tidurku lalu menarik celana dalam Tika hingga keluar semuanya. Kali ini aku tarik Tika berbarik sambil miring sehingga kami berhadap-hadapan, lalu aku coba mengangkat satu pahanya ke atas dan memasukkan pahaku ke dalam selangkangannya, lalu menusukkan kontolku ke lubang memeknya hingga amblas seluruhnya.</p>
<p>Beberapa menit kami dalam posisi seperti ini sambil kami menggerak- gerakkan pantat maju mundur, akupun mengangkat Tika ke atasku sehingga ia menindihku tanpa melepaskan kontolku dari kemaluannya. Kali ini Tika dengan keras dan cepatnya menggoyangkan pinggulnya maju mundur dan kiri kanan, bahkan ia menarik kepalaku ke atas sehingga kami setengah duduk lalu duduk dengan meletakkan kedua pahanya di atas kedua pahaku, lalu pinggul kami bergerak seirama seolah kami saling mendorong dan menarik. Kami tidak mengubah lagi posisi hingga kami sama-sama mencapai puncak kenikmatan, meskipun aku yakin jika Tika belum mencapai kenikmatan sex 100%, tapi ia mengaku telah merasa puas merasakan kenikmatan sex yang belum pernah ia alami sebelumnya.</p>
<p>Selesai membersihkan badan dan berpakaian lengkap, kami saling mengecup dan ciuman sebagai tanda terima kasih sekaligus perpisahan sementara karena aku mau pulang ke daerah asalku. Kami berjanji akan mengulangi lagi setiap ada kesempatan.</p>
<p>E N D</p>
<p><em><a href="http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/18/cerita-panas-nafsu-tika-istri-gelapku-2/"><strong>Tags : cerita 17 tahun, cerita dewasa, tante telanjang, tante girang, foto telanjang, tante bugil, cerita nafsu, nafsu seks, nafsu gadis, nafsu ibu, gairah nafsu, cewek nafsu, birahi nafsu, nafsu tante, nafsu pembantu, nafsu kontol, nafsu ngentot, jilbab nafsu</strong></a></em></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blog18tahun.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blog18tahun.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blog18tahun.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blog18tahun.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blog18tahun.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blog18tahun.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blog18tahun.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blog18tahun.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blog18tahun.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blog18tahun.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blog18tahun.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blog18tahun.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blog18tahun.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blog18tahun.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=167&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/21/cerita-panas-nafsu-tika-istri-gelapku-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebcba4daf48149ff1c5b1e51dbf29eb6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blog18tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Panas &#8211; Nafsu Tika, Istri Gelapku &#8211; 2</title>
		<link>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/18/cerita-panas-nafsu-tika-istri-gelapku-2/</link>
		<comments>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/18/cerita-panas-nafsu-tika-istri-gelapku-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 12:54:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blog18tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita panas]]></category>
		<category><![CDATA[birahi nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[cewek nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[foto telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[gairah nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu gadis]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu ibu]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu kontol]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu pembantu]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu seks]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante bugil]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[tante telanjang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog18tahun.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Dari bagian 1 Sebelum kami masuk wisma tersebut, Tika menyempatkan diri membeli aqua besar untuk keperluan dalam kamar nanti. Entah buat minum atau apa saja yang membutuhkan air. Setelah membayarnya, Tika meminta aku membawa air itu dan apapaun rasanya diperintahkan oleh Tika saat itu pasti kuturuti karena keseriusannya melayaniku, padahal Tika adalah seorang gadis muda, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=165&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><strong>Dari bagian 1</strong></p>
<p>Sebelum kami masuk wisma tersebut, Tika menyempatkan diri membeli aqua  besar untuk keperluan dalam kamar nanti. Entah buat minum atau apa saja  yang membutuhkan air. Setelah membayarnya, Tika meminta aku membawa air  itu dan apapaun rasanya diperintahkan oleh Tika saat itu pasti kuturuti  karena keseriusannya melayaniku, padahal Tika adalah seorang gadis  muda, mulus, berkulit putih dan menggairahkan bagiku, apalagi seorang  mahasiswi. Sementara aku termasuk sudah setengah baya yang berkulit  hitam dan keriput, punya istri dan 3 orang anak lagi. Siapa tidak  bahagia dan mangga berteman, apalagi bercinta dengan wanita seperti  Tika itu yang ikhlas berkorban untuk kesenangan aku.</p>
<p>&#8220;Tik, apa wisma ini cukup aman buat kita? dan apa selama ini ngga  sering-sering dirazia oleh petugas?&#8221; tanya saya pada Tika saat kami  barengan masuk pintu wisma itu sambil mengawasi di sekelilingnya.</p>
<p>&#8220;Ngga taulah, sebab baru satu kali aku ke sini sewaktu pacarku  membawaku dengan tujuan yang sama sampai aku tahu tempat ini, dan  itupun sudah lama&#8221; jawabnya sambil menceritakan soal peristiwa  persenggamaannya dengan pacarnya tempo hari di wisma tersebut.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan aja ngga terjadi apa yang kita khawatirkan&#8221; katanya lebih lanjut.</p>
<p>Selesai kami lihat tarif dan kamar yang kosong pada serlembar  kertas di atas meja pelayanannya, Tikapun membuka dompetnya dan aku  usulkan untuk gabung saja biar lebih ringan pembayarannya. Waktu itu,  kami hanya membayar Rp. 55.000 untuk 6 jam, sebab nampaknya kamar  lainnya penuh semua, dan kupikir 6 jam itu cukup lama buat kami yang  tidak rencana menginap. Bisa kami selesaikan beberapa ronde.</p>
<p>Tepat pada jam 2.00 siang, kami telah masuk di wisma yang tidak  perlu saya sebutkan namanya itu. Setelah kami bayar, kami lalu naik ke  lantai dua mengikuti petugas wisma dan masuk ke sebuah kamar yang  dilengkapi dengan air minum, kamar kecil, TV color 14 inc dan sprinbad  yang cukup besar ukurannya. Setelah petugas keluar dari kamar,  tinggallah kami berdua dalam kamar. Tika menutup dan mengunci rapat  pintu kamarnya lalu menutup semua gorden, lalu masuk sebentar ke kamar  kecil lalu berbaring di atas rosban dengan pakaian masih lengkap.  Sedangkan aku terlebih juga lebih dahulu masuk kamar kecil buat buang  air, lalu ikut berbaring disamping Tika. Sambil berbaring dengan  pakaian masih lengkap, kami bincang- bicang dan saling mengutarakan  rasa kerinduan kami selama ini. Tanpa aku sadar, tangan kananku sudah  memeluk tubuh Tika dan Tikapun tampaknya tidak segan-segan lagi  membalas pelukanku, sehingga kami saling berpelukan dalam keadaan  berbaring menyamping.</p>
<p>&#8220;Aku sangat merindukanmu sayang, ingin sekali memelukmu&#8221; ucapanku  sedikit berbisik ketika wajah kami sudah saling menyentuh sehingga  napas kami sudah saling beradu.</p>
<p>&#8220;Aku juga sangat rindu padamu suamiku, mari kita lepaskan  kerinduan kita&#8221; jawabnya sambil memasukkan lidahnya dalam mulutku,  sehingga kami saling mengisap, saling bergumul dan memainkan lidah  dalam mulut kami masing-masing.</p>
<p>Permainan mulut dan lidah kami berlangsung semakin rapat dan cukup  lama, sampai kami merasa terengah-engah akibat kecapean mengisap.  Bahkan aku lupa mandi sesuai kesepakatan kami semula ketika kami saling  berhadap-hadapan di tempat tidur itu. Demikian serunya permainan mulut  kami, sehingga tidak ingin rasanya ada istirahat sejenak dan melewatkan  kesempatan sedetikpun dalam kamar itu mumpung masih sempat.</p>
<p>Sambil bermain lidah, saya mencoba memasukkan tangan kananku ke  dalam baju kain Tika hingga masuk ke dalam BH-nya yang ukurannya cukup  sederhana. Sebagai seorang gadis yang jam terbangnya dalam dunia sex  masih cukup terbatas bila dibanding dengan jam terbangku, tentu ia  tidak tahan lama dipermainkan payudaranya, apalagi saya remas-remas  kedua payudaranya dengan lembut dan sesekali menindis-nindis putingnya  yang mulai mengeras dan menonjol itu. Ia tidak mampu lagi sembunyikan  kenikmatan yang ia rasakan dan terasa ia mulai terangsang, yang sangat  kedengaran dari suaranya yang mengerang-erang kecil. Utungnya tidak ada  orang yang dekat dengan kamar itu, sebab memang kamar itu berada  dibagian paling depan dan disudut wisma sehingga kami leluasa bersuara  agak keras sebagai tanda kenikmatan yang kami alami.</p>
<p>&#8220;Ngga mau mandi dulu Kak?&#8221; katanya mengingatkanku, karena kebetulan aku keringatan akibat perjalanan jauh dari daerah tadi.</p>
<p>&#8220;Nantilah, setelah kita bermain-main dulu, biar kita lebih lama  bercumbu rayu&#8221; jawabku sambil tetap memainkan lidah ke dalam mulutnya  dan meremas-remas teteknya yang montok itu. Namun karena ia nampaknya  sudah sangat terangsang, ia tiba-tiba melepaskan pelukannya dan  mengeluarkan lidahku dari dalam mulutnya lalu duduk sambil satu demi  satu ia buka kancing bajunya hingga terlepas dari badannya. Aku hanya  mampu menatap indahnya tubuh seorang gadis mahasiswi. Mulus dan putih,  namun sedikit agak gemuk sebanding dengan gemuk tubuhku, meskipun ia  sedikit pendek dari ukuran badanku. Warna kulit kami sangat kontras  karena kulitnya putih sementara kulitku agak hitam.</p>
<p>Setelah ia melepaskan baju kain yang dikenakannya, ia lalu kembali  berbaring. Akupun melepaskan baju lengan panjang yang kukenakan seperti  halnya pagawai kantoran saja. Kami kembali berpelukan dan bergumul di  atas kasur yang empuk. Kali ini aku menindihnya meskipun ia masih  mengenakan BH warna putih, sementara aku masih mengenakan baju dalam.  Namun hal itu tidak sampai bertahan lama, sebab aku tidak tahan lagi  mau segera melihat isi dalam BH-nya, sehingga aku lepaskan kaitnya dari  belakang lalu meremas-remas secara bebas dengan kedua tanganku, bahkan  segera kujilati dan mengisap-isap putingnya yang agak bulat dan sedikit  membesar. Sehingga ia kegirangan seolah ingin teriak ketika aku maju  mundurkan mulutku pada putingnya, yang kedengaran bunyinya akibat air  liurku yang membasahinya.</p>
<p>Tanpa aba-aba dari Tika, sayapun segera merosot rok panjang yang  dikenakannya, lalu kugigit-gigit dan kutusuk-tusuk kemaluannya dari  luar celana dalamnya. Dari luarnya menggambarkan kalau daging yang  terbungkus CD-nya itu sangat montok dan kenyal serta sedikit mulai  basah. Aku tak mampu lagi bertahan menjilatinya dari luar, sehingga aku  segera saja menariknya keluar lewat kedua kakinya. Ternyata dugaanku  benar, di antara selangkangan Tika terdapat seonggok daging yang cukup  empuk dengan tonjolan daging mungil antara kedua belahannya Nampah  warnanya agak kemerahan dan kulit disekelilingnya juga berwarna putih  seolah baru saja dicukur bulu-bulunya sesuai permintaanku dalam emailku  sebelum pertemuan. Kini Tika dalam keadaan bugil penuh sambil baring  dengan merenggangkan kedua paha yang menjepit daging empuk itu.</p>
<p>Tanpa aku tatap lama-lama, aku segera menjulurkan lidahku  menelusuri daging empuk yang terbelah dua itu. Nampaknya aku tidak  terlalu sulit masukkan lidah ke lubang tengahnya itu, karena memang  sudah beberapa kali ditusuk dan dimasuki benda tumpul alias kontol  sebelum kami sebagaimana pengakuannya lebih dahulu padaku lewat  emailnya bahwa ia telah beberapa kali berhubungan sex dengan pacarnya,  namun tidak sampai memuaskannya. Semakin lama semakin kupercepat  gocokan lidahku kedalam memeknya sehingga mengeluarkan bunyi seperti  kucing yang menjilat air. Tika semakin histeris dan menggerak-gerakkan  pinggulnya serta dia mengangkat tinggi-tinggi kedua kakinya hingga  ujungnya bersentuhan dengan bahunya sambil tetap merenggangkannya. Aku  semakin leluasa memasukkan lidahku lebih dalam dan memutar-mutarnya  sehingga terasa memek Tika semakin mengeluarkan cairan yang membasahi  seluruh dinding lubang memeknya.</p>
<p>&#8220;Aduh.. Kak.. enak sekali Kak.. terus Kak.. aahh.. uhh.. mm..&#8221;  hanya suara itulah yang berulang-ulang keluar dari mulut Tika ketika  aku menggerak-gerakkan ujung lidahku pada lubang memeknya.</p>
<p>&#8220;Kamu merasa enak sayang? Bagaimana sekarang? Saya masukkan saja?&#8221; pertanyaan saya sambil kupermainkan lidahku dalam lubangnya.</p>
<p>&#8220;Auh.. hee, ohh.. ehh.. mm..&#8221; Suara itu semakin menaikkan  rangsanganku sehingga akhirnya aku secara berturut-turut membuka  celanaku satu demi satu dengan dibantu oleh Tika sampai tubuhku sudah  telanjang bulat.</p>
<p>Kini kami saling bugil dan aku sedikit mundur persis di belakang  pantatnya sambil berlutut dan mengarahkan ujung kontolku pada memek  Tika yang sudah basah dan sedikit terbuka itu. Sebelum aku sempat  menusukkan ujung penisku ke lubang memek Tika, Tika terlebih dahulu  meremas dan mengocok-gocok dengan tangannya sehingga aku semakin tidak  tahan lagi bermain-main di luar. Kini senti demi senti kudorong ke  depan hingga ujung kemaluanku pas tertuju pada lubang kemaluannya. Tika  hanya membantu dengan kedua tangannya membuka kedua bibir memeknya itu,  sehingga kontolku dapat menembus lubang memeknya dengan mudah. Aku  mengangkat tinggi-tinggi kedua kakinya hingga ujungnya berada di atas  kedua bahuku. Kurasakan kontolku masuk menyelusup ke dalam memeknya  Tika tanpa suatu kesulitan yang berarti hingga seluruhnya amblas. Tika  semakin mengerang dan napasnya terengah-engah bagaikan orang yang lari  dengan kencangnya. Suara dan napas kamipun saling memburuh, sekujur  tubuh kami dibasahi oleh keringat. AC di kamar itu nampaknya tidak  terasa pengaruhnya.</p>
<p>Tika menarik pinggulku dengan keras dan akupun menekan kontolku ke  dalam memeknya juga dengan keras sehingga peraduan antara kontolku  dengan memeknya semakin dalam dan kencang. Genjotan kontolku semakin  kupercepat sampai-sampai peraduan paha kami menimbulkan suara cukup  besar. Kami sempat memperhatikan gerakan-gerakan kami itu di cermin  besar yang ada di samping tempat tidur, yang diselingi dengan suara TV  14 inch yang sengaja kami keraskan suaranya agar tidak sampai orang  curiga atas perbuatan kami dalam kamar.</p>
<p>Keringat yang membasahi tubuh kami semakin bercampur, sehingga  terasa tubuh kami saling lengket. Tika nampaknya tidak puas dengan  posisi di bawah, iapun segera mengeluarkan kontolku dari dalam  vaginanya lalu merobah posisi. Ia dengan sigapnya mengangkangiku lalu  memasukkan kembali kontolku dalam vaginanya lalu ia dengan cepatnya  menggerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kenan, ke bawah dan ke atas,  sehingga aku semakin sulit menahan lahar hangat yang tertampung dalam  penisku. Bahkan ia menawarkan padaku untuk membalikan tubuhnya  membelakangi wajahku agar ia dapat dengan jelas mengamati  gerakan-gerakan kami lewat cermin, namun aku menahannya agar tidak  mengeluarkan lagi kontolku dari dalam vaginanya sebab terasa aku sudah  sangat mendesak ingin muncratkan spermaku.</p>
<p><strong>Ke bagian 3</strong></p>
<p><em><a href="http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/15/cerita-panas-nafsu-tika-istri-gelapku-1/"><strong>Tags : cerita 17 tahun, cerita dewasa, tante telanjang, tante girang, foto telanjang, tante bugil, cerita nafsu, nafsu seks, nafsu gadis, nafsu ibu, gairah nafsu, cewek nafsu, birahi nafsu, nafsu tante, nafsu pembantu, nafsu kontol, nafsu ngentot, jilbab nafsu</strong></a></em></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blog18tahun.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blog18tahun.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blog18tahun.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blog18tahun.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blog18tahun.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blog18tahun.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blog18tahun.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blog18tahun.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blog18tahun.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blog18tahun.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blog18tahun.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blog18tahun.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blog18tahun.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blog18tahun.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=165&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/18/cerita-panas-nafsu-tika-istri-gelapku-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebcba4daf48149ff1c5b1e51dbf29eb6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blog18tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Panas &#8211; Nafsu Tika, Istri Gelapku &#8211; 1</title>
		<link>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/15/cerita-panas-nafsu-tika-istri-gelapku-1/</link>
		<comments>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/15/cerita-panas-nafsu-tika-istri-gelapku-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 14:52:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blog18tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita panas]]></category>
		<category><![CDATA[birahi nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[cewek nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[foto telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[gairah nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu gadis]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu ibu]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu kontol]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu pembantu]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu seks]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante bugil]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[tante telanjang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog18tahun.wordpress.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini sengaja aku ceritakan buat teman-teman penggemar cerita porno, terutama bagi mereka yang suka memanfaatkan internet sebagai alat komunikasi. Banyak peristiwa yang bersejarah yang terlahir akibat kenalan lewat e-mail, seperti yang telah kubuktikan. ***** Berawal ketika aku mendapat respon dari beberapa wanita yang sempat membaca kisah-kisahku pornoku, di antaranya seorang gadis muda yang masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=163&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Kisah ini sengaja aku ceritakan buat teman-teman penggemar cerita porno, terutama bagi mereka yang suka memanfaatkan internet sebagai alat komunikasi. Banyak peristiwa yang bersejarah yang terlahir akibat kenalan lewat e-mail, seperti yang telah kubuktikan.</p>
<p>*****</p>
<p>Berawal ketika aku mendapat respon dari beberapa wanita yang sempat membaca kisah-kisahku pornoku, di antaranya seorang gadis muda yang masih mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di kota Makassar. Usianya kutaksir maksimal 28 tahun. Namanya Tika (nama samaran). Dia sangat tertarik dengan kisahku dan ingin kenalan denganku lebih jauh, bahkan kami sepakat lewat e-mail untuk saling tukar pengalaman.</p>
<p>Saya masih ingat, waktu itu sekedar iseng membuka inbox emailku kalau-kalau ada email yang masuk. Tepatnya 4 Juni 2003, sebuah alamat email yang bertuliskan @yahoo.au di ujungnya, kucoba klik dan ternyata ia mengajakku kenalan. Akupun mencoba membalasnya sesuai janjiku pada setiap kisah porno yang kukirim, meskipun kalimatnya ala kadarnya yang penting tidak mengecewakan bagi pengirimnya. Apalagi namanya menunjukkan nama seorang wanita, sehingga pasti kuusahakan menyapanya. Hanya dalam tempo 24 jam kemudian, email itu kembali muncul di kotak emailku dan isinya menunjukkan ada keseriusan mau kenalan lebih jauh denganku. Akupun semakin menunjukkan keseriusan mau kenalan dengannya, apalagi setelah kuketahui kalau ia tinggal tidak terlalu jauh jaraknya dari kota tempat tinggalku. Kami hanya beda kota kabupaten, tapi ada dalam satu wilayah propinsi Sulsel.</p>
<p>Balas membalas email antara aku dan Tika boleh dibilang cukup lancar. Bayangkan saja sejak 4 Juni 2003 hingga saat ini, Tika tidak pernah alpa mengirim email padaku dan tentu saja sebaliknya aku tidak pernah alpa membalasnya secara otomatis pada saat itu juga. Sampai-sampai kami membuat kesepakatan untuk buka dan kirim email setiap hari Senin, Rabu dan Jum&#8217;at (3x seminggu). Banyak pengalaman dan informasi yang kami tukar. Mulai dari asal usul, pengalaman sex, ciri-ciri dan keinginan sex kami masing-masing serta jadwal pertemuan kami di kota makassar. Bahkan kami saling menginformasikan mengenai alat sensitif kami secara jujur, yang akhirnya saya kirimkan foto berkat pengajaran dari Tika soal cara mengirim foto lewat email, sebab saat itu saya masih awam dalam hal kirim mengirim foto lewat email.</p>
<p>Tidak kurang dari 25 kali kami saling membalas email, hingga sampai puncaknya pada tanggal 7 Oktober 2003, di mana kami betul-betul serius mau melakukan pertemuan secara langsung dan sekaligus memperaktekkan tentang pengalaman dan kebutuhan sex kami masing-masing. Saya tidak pernah yakin kalau perkenalan lewat email itu bisa mempertemukan kami secara langsung, apalagi jarak antara kota saya dengan kota tempat tinggal Tika sekitar 200 km lebih. Namun kenyataan menunjukkan bahwa janji dan keinginan sex kami bukan hanya isapan jempol dan teori saja, melainkan kami betul-betul berhasil bertemu muka, bahkan melakukan praktek bersama di salah satu wisma di Makassar.</p>
<p>Bagi Tika mungkin tidak terlalu sulit menemukanku di terminal setelah kami janjian ketemu di salah satu tempat di kompleks terminal Panaikan sebab dia telah menerima fotoku lebih dahulu yang kukirim lewat email. Tapi bagiku menemukan orang yang belum pernah kulihat sebelumnya, apalagi ciri-cirinya tidak sempat menjelaskan secara rinci di emailnya, tentu sangat sulit, sebab selain aku belum banyak pengalaman di kota Makassar, termasuk di terminal Panaikan, juga terlalu banyak wanita muda yang berkeliaran, apalagi aku belum yakin 100% atas janjinya mau menemuiku di terminal itu. Tapi aku tetap bertekad untuk ke Makassar siapa tahu bisa jadi kenyataan, kalaupun ia permainkan aku, kuanggap hal itu sebagai pengalaman buatku.</p>
<p>Jam 7.00 pagi saya sudah naik mobil dan berangkat meninggalkan rumah tempat tinggalku menuju kota makassar dengan alasan sama istriku bahwa ada urusan bisnis penting selama sehari di Makassar agar ia izinkan aku berangkat. Namun karena berbagai hambatan diperjalanan, maka aku terlambat 1 jam tiba di terminal sebagaimana rencana yang kusampaikan Tika semula. Sebelum aku turun dari mobil tumpanganku, aku tiba-tiba gemetar dan merasa takut kalau-kalau dia lebih dahulu memperhatikanku dan aku juga diliputi rasa was-wasa jangan-jangan dia mau menjebakku dengan membawa pasukannya atau teman laki-lakinya ke terminal serta berbagai macam dugaan yang muncul dibenakku.</p>
<p>Mataku mulai membelalak sejak mobil belok ke kanan dan berhenti di depan loket pembayaran retribusi hingga memasuki pelataran parkir. Aku turun dan membayar sewa mobil sambil berusaha tersenyum sendirian dengan perasaan tidak menentu kalau-kalau dia telah memperhatikanku. Akibat konsetrasiku mencari seorang gadis muda yang sedang bingung mencari seseorang, maka hampir aku kecolongan memberi uang kepada orang lain yang tidak kukenal. Untung saja orang itu tidak segera mengambil uang yang kusodorkan itu, sebab ternyata yang kuserahkan sewa mobilku bukan sopir mobil itu, melainkan orang lain yang kebetulan mencari muatan buat mobilnya. Ini gara-gara terlalu gembira mau ketemu dengan seorang gadis yang belum tentu datang ke terminal itu, apalagi bodi dan ciri-ciri pakaiannya belum jelas sama sekali. Kejadian itu pasti tidak pernah terlupakan seumur hidupku.</p>
<p>Sekitar 20 m aku bolak balik dari pelataran paling bawah ke pelataran paling atas di terminal itu, bahkan hampir semua warung dan tempat duduk-duduk para penumpang bis aku intip tanpa ada rasa segan, meskipun aku tetap agak malu kalau-kalau ada penumpang dari kotaku asalku yang mengenal dan memperhatikanku, yang bisa saja melaporkan sikapku itu pada istriku nanti. Setelah capek keliling, akhirnya aku putuskan untuk masuk wartel lalu menghubungi HV-nya, sebab lewat emailku sebelumnya aku telah berpesan agar tidak dimatikan HV-nya hari itu.</p>
<p>&#8220;Halo, Tika yah? di mana kamu sekarang? aku ini ada di terminal mencarimu sejak tadi&#8221; demikian kata saya melalui telepon.</p>
<p>&#8220;Halo, betul ini Tika. Saya ada di kampus sekarang lagi makan siang ama teman-teman di warung kampus nih. Tunggu aja di situ yah, aku akan segera meluncur ke sana, tapi tepatnya kamu nunggu di mana yah?&#8221; itulah jawaban Tika saat itu seolah menunjukkan keseriusannya mau ketemu denganku.</p>
<p>&#8220;Oke sayang, aku akan setia menunggumu di depan wartel belakang pos pungutan retribusi masuk, sudah ngga tahan nih mau ketemu denganmu&#8221; demikian jawaban singkat saya saat itu.</p>
<p>Hampir setiap mobil, terutama petek-petek dan taxi kuamati isinya dan penumpang yang turun kalau-kalau ia naik kendaraan itu, meskipun sesekali juga kuperhatikan motor yang lewat jangan sampai ia naik motor. Hanya dalam waktu sekitar 20 menit kemudian, aku tiba-tiba mendengar suara panggilan dari sebelah kiri di mana aku duduk dengan sedikit tertahan, &#8220;Halo-halo, eh-eh,&#8221; ternyata suara itu adalah berasal dari seorang gadis muda yang sedang menjinjing tas mahasiswa, yang nampaknya diarahkan padaku.</p>
<p>Akupun segera berbalik ke arahnya, namun ia segera berjalan berputar di samping mobil yang ada di belakangku. Walaupun sedikit ragu, tapi keyakinanku lebih besar mencurigai kalau wanita itu adalah Tika yang sejak tadi aku tunggu, aku cari dan aku idam-idamkan selama ini. Sambil mengikuti langkah kakinya, getaran jantungku semakin dag dig dug, dan tiba-tiba ia membalikkan wajahnya sehingga kami berhadap-hadapan dan saling menatap sejenak di tengah-tengah keramaian penumpang yang ada di terminal itu, hanya 30 cm jaraknya.</p>
<p>&#8220;Kamu Aidit khan&#8221; katanya dengan suara yang lembut.</p>
<p>&#8220;Yah, dan kamu Tika khan&#8221; aku balik bertanya dengan mengarahkan telunjukku pada wajahnya sambil kami tersenyum.</p>
<p>Entah apa yang bergejolak di pikirannya saat itu, tapi yang jelas aku rasanya ingin langsung memeluk tubuhnya, untung segera kusadari kalau tempat ini dihuni oleh banyak orang, yang tidak mustahil ada yang mengenal kami. Tanpa banyak basa basi lagi, ia segera naik mobil petek-petek dan akupun segera mengikutinya bagaikan kerbau yang dicocok hidungnya. Di dalam mobil, kami banyak membicarakan soal ketidakpercayaan kami atas pertemuan ini, bahkan pengakuannya ia sedikit agak kesal dan hampir putus asa menunggu sejak pukul 10.00 pagi tadi di terminal sesuai informasi yang telah kusampaikan, namun aku berkali-kali minta maaf atas keterlambatan tiba di terminal mobil yang kutumpangi itu.</p>
<p>Dari 2x pindah petek-petek menuju wisma yang telah ia janjikan dalam emailnya, kami tidak pernah kehabisan bahan bicara, bahkan kami duduk sangat rapat, sehingga anginpun sulit melewati perantaraan duduk kami. Tubuh kami seolah melengket pakai lem tanpa ada perasaan malu sedikit pun dari penumpang lainnya. Dalam hati saya biar mereka memperhatikan kami toh mereka tidak mengenal kami. Kami bagaikan suami isteri yang baru ketemu setelah sekian lamanya berpisah. Betul-betul saling melepaskan kerinduan. Sekitar 30 m dari wisma yang kami tuju, Tika tiba-tiba menghentikan mobil lalu turun dan akupun mengikutinya. Maklum aku belum banyak kenal kota Makassar. Meskipun aku tetap selalu berusaha untuk membayar sewa petek-petek setiap turun, tapi selalu saja Tika mendahuluiku atau aku kalah cepat membayarnya. Sebagai seorang pria, akupun merasa berat dan malu, tapi Tika nampaknya betul-betul mau membuktikan janjinya untuk memberikan layanan 100% jika aku datang menemuinya di Makassar.</p>
<p>Rencana pertemuan kami di kota Makassar betul-betul sudah sangat matang, sebab kami telah membeberkan kelemahan dan keterbatasan kami masing-masing lewat email, namun kami tetap saling berjanji akan menerima apa adanya, yang penting tujuan kami hanya satu yaitu saling memberi kepuasan sex sesuai kemampuan dan pengalaman serta keinginan kami masing-masing. Pekerjaan, keuangan dan penampilan, bahkan usia, kami telah sepakat untuk tidak mempersoalkannya. Demikian seriusnya Tika mau menyenangkan diriku, sehingga ia siap membantu membayar sewa kamar wismanya dan siap memberikan tubuhnya sepenuh hati buatku serta mengorbankan perasaannya demi kebahagiaanku nanti. Bahkan kami telah janjian untuk saling menjilati kemaluan dan mencukur bulunya sebelum pertemuan, sampai-sampai ia memberitahukan jadwal tamu bulanannya agar kedatanganku nanti tidak bertepatan agar ia dapat melayaniku 100%.</p>
<p>Ke bagian 2</p>
<p><em><a href="http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/12/cerita-panas-nafsu-wanita-setengah-baya/"><strong>Tags : cerita 17 tahun, cerita dewasa, tante telanjang, tante girang, foto telanjang, tante bugil, cerita nafsu, nafsu seks, nafsu gadis, nafsu ibu, gairah nafsu, cewek nafsu, birahi nafsu, nafsu tante, nafsu pembantu, nafsu kontol, nafsu ngentot, jilbab nafsu</strong></a></em></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blog18tahun.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blog18tahun.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blog18tahun.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blog18tahun.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blog18tahun.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blog18tahun.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blog18tahun.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blog18tahun.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blog18tahun.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blog18tahun.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blog18tahun.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blog18tahun.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blog18tahun.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blog18tahun.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=163&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/15/cerita-panas-nafsu-tika-istri-gelapku-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebcba4daf48149ff1c5b1e51dbf29eb6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blog18tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Panas &#8211; Nafsu Wanita Setengah Baya</title>
		<link>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/12/cerita-panas-nafsu-wanita-setengah-baya/</link>
		<comments>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/12/cerita-panas-nafsu-wanita-setengah-baya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 15:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blog18tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita panas]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita berahi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita ghairah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita melayu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks melayu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sexs]]></category>
		<category><![CDATA[gadis melayu]]></category>
		<category><![CDATA[gambar telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[MelayBoleh]]></category>
		<category><![CDATA[melayu]]></category>
		<category><![CDATA[melayu 3gp]]></category>
		<category><![CDATA[melayu bogel]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu Boleh]]></category>
		<category><![CDATA[melayu seks]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tumpagan sabul]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tumpangan sabul]]></category>
		<category><![CDATA[sabul]]></category>
		<category><![CDATA[sabul rumah]]></category>
		<category><![CDATA[setengah baya]]></category>
		<category><![CDATA[skodeng melayu]]></category>
		<category><![CDATA[web melayu boleh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog18tahun.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum saya bercerita saya ingin memperkenalkan dulu nama saya Andrey, seorang engineer. Saya berumur 28 tahun dan kerja di salah satu konsultan teknologi informasi di Bandung. Hampir seminggu sekali selama 2 hari saya berada di Jakarta, karena saya diutus kantor untuk mengurusi proyek yang ada di Jakarta. Itu artinya saya sering menggunakan jasa kereta buat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=161&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Sebelum saya bercerita saya ingin memperkenalkan dulu nama saya Andrey, seorang engineer. Saya berumur 28 tahun dan kerja di salah satu konsultan teknologi informasi di Bandung. Hampir seminggu sekali selama 2 hari saya berada di Jakarta, karena saya diutus kantor untuk mengurusi proyek yang ada di Jakarta. Itu artinya saya sering menggunakan jasa kereta buat pulang pergi Jakarta-Bandung. Sebetulnya saya sudah mempunyai seorang kekasih di Bandung dan tahun ini berencana untuk menikah, hanya saya masih ragu, dan hal ini yang sering membuat kami bertengkar.</p>
<p>Pada hari itu saya berangkat ke Jakarta dengan perasaan bete banget karena pacar saya ternyata tidak ada di tempat kost, dan menurut teman kostnya dia pergi dari tadi malam dan sampai sekarang belum pulang. Saya sudah mencoba hubungi lewat phonselnya, tapi tidak pernah aktif. Kereta Argo Gede yang membawa saya ke Jakarta sore itu memang cukup padat, untungnya saya sudah memesan tiket lebih dulu ke salah satu pramugari yang saya kenal di kereta, karena kebetulan dia ternyata adik kelas saya waktu di SMU.</p>
<p>Saya langsung menuju kursi yang tertera dalam tiket dan berniat untuk langsung tidur karena lelah, soalnya semalam saya dengan teman-teman nongkrong dulu di Cafe Sapu Lidi, jadi baru tidur malam tadi pukul 3 dini hari. Ternyata di sebelah kursi saya sudah duduk seorang wanita kira-kira berumur 30 tahunan. Hanya dari caranya berpakaian terlihat orang itu adalah eksekutif muda, pakaiannya cukup seksi dengan rok span agak mini, kira-kira 10 centi di atas lutut, ditambah dengan kaos ketat putih yang ditutupi blazer coklat muda sangat cocok dengan kulitnya yang putih.</p>
<p>Harum Giovanni sekelibat menusuk hidung, wanginya seksi sekali, tapi karena pikiran saya lagi &#8216;butek&#8217; saya langsung saja mangambil posisi tidur. Sandaran kursi saya tarik ke belakang sambil tidak lupa bilang permisi kepada wanita di samping saya itu. Dia hanya tersenyum sambil mengangkat phonselnya yang berdering. Samar-samar saya mendengar kalau telepon itu dari anak buahnya atau supirnya, karena dia bilang kalau memang mobilnya sedang di bengkel tidak perlu dijemput, biar pakai taksi saja.</p>
<p>Tidak terasa satu jam saya tertidur, saya terbangun ketika merasa ada kepala yang bersandar di pundak saya, ternyata gadis itu juga tertidur dan tanpa disengaja kepalanya menyender ke bahu saya. Ingin saya membangunkannya karena mulai terasa pegal, tapi ketika saya melihat gadis itu tertidur pulas, rasanya jadi tidak tega, lagian wangi rambutnya membuat saya betah dengan posisi itu. Saya terus memandangi wajah cantik yang tertidur pulas itu. Hidungnya mancung dengan bibir tipis yang dibalut polesan lipstik merah muda, terlihat seksi sekali.</p>
<p>Kemudian tanpa disengaja mata saya menyusur ke bawah menuju belahan dadanya, putih sekali dengan dua gumpalan daging yang padat dan cukup besar. Saya taksir kira-kira berukuran 36C. Setelah cukup lama memperhatikan buah dadanya, mata saya turun lagi ke bawah, bagian pahanya yang terbalut dengan rok span. Dengan posisi kaki yang sedikit menyilang membuat roknya tersingkap agak ke atas. Mungkin kalau saya membungkukkan kepala sedikit ke depan, celana dalamnya pasti terlihat dengan jelas, tapi dengan kepalanya yang bersandar ke bahu saya, tidak memungkinkan saya melakukannya.</p>
<p>Melihat pemandangan seperti itu justru membuat darah saya berdesir dan menjalar ke pangkal paha saya. Tidak terasa penis saya mulai bergerak naik, agak sakit memang, karena dengan posisi duduk saya, penis ini menjadi tidak bebas bergerak. Akhirnya saya hanya dapat berdiam diri saja.</p>
<p>Dua puluh menit sudah saya dalam posisi itu sampai akhirnya dia terbangun, tersadar akan posisinya yang menyandar pada diri saya. Gadis itu segera bangun dan tersenyum sambil meminta maaf.</p>
<p>&#8220;Aduh.., sorry ya Mas.., saya enggak sengaja, abis ngantuk banget sih.&#8221; katanya sopan.</p>
<p>&#8220;Engga pa-pa kok, soalnya rambut kamu wangi banget, jadi saya betah.&#8221; kata saya sambil tersenyum.</p>
<p>Dia langsung mengulurkan tangan dan memperkenalkan diri, &#8220;Oh ya, kita belum kenalan, nama saya Neva.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya Andrey.&#8221; kata saya sambil membalas jabat tangannya, terasa lembut sekali.</p>
<p>Kami jadi ngobrol kemana-mana, dari ceritanya saya tahu dia salah seorang manajer marketing di perusahaan penyedia jasa internet di Jakarta. Kami ngobrol seperti orang yang sudah kenal tahunan. Saya merasa Neva orangnya supel, sedikit bebas, dan tidak terlalu memikirkan masa yang akan datang.</p>
<p>Dia bilang, &#8220;Nikmati aja hidup sekarang, kalo buat besok sih ya gimana besok aja.&#8221; katanya sambil tertawa renyah, pas sekali dengan prinsip saya.</p>
<p>Kereta sudah sampai di Jatinegara, yang berarti 10 menit lagi sampai Gambir.</p>
<p>Iseng saya bertanya, &#8220;Kamu pulang pake apa..?&#8221;</p>
<p>&#8220;Pake taksi aja, abis mobil saya lagi di bengkel.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wah kasian kamu, malem-malem gini pake taksi sendirian, gimana kalo saya anter aja, kebetulan mobil saya, saya parkir di Gambir.&#8221;</p>
<p>&#8220;Emang pulangnya kemana..?&#8221; tanya saya lagi.</p>
<p>&#8220;Ke daerah Senen, saya kontrak rumah di sana.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalo gitu kebeneran dong, rumah saya juga di daerah cempaka putih, jadi kita kan satu jalan, mau kan bareng saya..?&#8221; kata saya lagi.</p>
<p>Dia berpikir sebentar, dan akhirnya, &#8220;Boleh deh, tapi jangan perkosa saya ya..! Hahaha..&#8221; tawanya begitu lepas.</p>
<p>Akhirnya kami pulang bersama. Sedikit memaksa, Neva menawari untuk mampir ke rumah kontrakannya. Saya sebenarnya sudah capek dan ingin langsung pulang ke rumah orangtua saya.</p>
<p>Tetapi dengan memelas, Neva menarik tangan saya dan bilang, &#8220;Ayo dong Mas, temenin Neva bentar aja, Neva masih pengen ngobrol nih, kan baru jam 9 malem, masa Neva musti bengong nontonin TV, soalnya Neva biasa tidur jam dua belasan.&#8221;</p>
<p>Akhirnya saya bilang, &#8220;OK deh, cuma saya bisa ikut mandi kan..? Abis badan saya udah lengket nih..!&#8221;</p>
<p>Saya ditariknya ke kamar tidur Neva. Mulanya saya bingung, karena saya ijin mandi kok malah ke kamar tidur, ternyata kamar mandinya memang berada di ruang tidur itu. Akhirnya saya ijin untuk mandi.</p>
<p>Neva memberikan sebuah handuk dan sabun mandi sambil berkata, &#8220;Jangan dipake ngocok lho..!&#8221;</p>
<p>Gila nih cewek, kok bercandanya dari tadi tidak jauh dari soal gituan. Saya langsung menyalakan shower, dan membilas semua badan dengan air hangat.</p>
<p>Tiba-tiba pintu diketuk, saya langsung mematikan shower, &#8220;Ada apa Nev..?&#8221; tanya saya dari dalam.</p>
<p>&#8220;Mas saya lupa, kalo sikat giginya ketinggalan.&#8221; teriaknya pelan dari balik pintu.</p>
<p>Perlahan saya buka pintu sedikit, saya tengokkan kepala, dan mendapati ternyata Neva hanya berbalut handuk kecil tipis berwarna putih sehingga tonjolan putingnya tampak begitu jelas sedikit kecoklatan. Yang lebih edan lagi adalah bagian bawahnya, nyaris memperlihatkan pangkal pahanya.</p>
<p>&#8220;Kamu mo mandi juga ya Nev..?&#8221;</p>
<p>&#8220;He eh.., boleh enggak ikutan..?&#8221; tanyanya manja.</p>
<p>Saya rasanya bodoh jika mengatakan tidak. Saya buka lebar-lebar daun pintu, secara refleks Neva melihat ke bagian bawah saya yang masih telanjang bulat.</p>
<p>&#8220;Gila bentuk penis kamu ko kayak si Rocco yang di film itu sih..?&#8221;</p>
<p>Hah..! ternyata nih cewek doyan juga nonton bokep, sampe kenal sama si Rocco segala.</p>
<p>&#8220;Udah deh Mas, jangan bengong gitu, biasa kan jaman sekarang cewek nonton blue film, kan emansipasi.&#8221; katanya sambil nyelonong masuk ke kamar mandi.</p>
<p>Neva langsung memasukkan kakinya ke dalam Bathtub yang sudah terisi setengah air itu. Badannya membungkuk untuk menyentuh air, mungkin untuk memastikan airnya cukup hangat untuk digunakan berendam. Posisinya yang membungkuk dengan kakinya yang jenjang putih itu membuat darah saya berdesir kuat. Jantung saya berdegup lebih keras dari biasanya, terus terang saya belum pernah melihat wanita secara nyata dalam keadaan setengah telanjang.</p>
<p>Secara refleks saya mengelus belahan pantatnya yang ditutupi genre hijau muda dengan tangan kanan saya. Karena yang kiri sedang memegang sabun, Neva mengambil tangan saya dan memindahkannya pada bagian perutnya yang tipis dan halus. Saya perlahan mengusap dengan lembut, posisi kami sama-sama menghadapi cermin yang ada di kamar mandi itu. Tangan kiri Neva ditarik ke belakang dan memeluk leher saya secara lembut. Selama lima menit pantat Neva bergesekan lembut dengan penis saya, kami berdansa lembut.</p>
<p>Cermin yang memantulkan citra saya san Neva membuat hasrat saya semakin menggebu. Saya membuang sabun dan memindahkan tangan kiri saya ke dadanya yang cukup besar itu. Perlahan saya mengusap pinggiran gunung kembarnya, dan jemari saya garuk lembut di bagian putingnya. Dari cermin saya melihat Neva tersenyum dan sedikit mendesah. Tangan kanan saya secara perlahan dan teratur turun ke belahan pahanya, naik lagi ke bukit merah muda yang masih ditutupi celana dalamnya. Saya usap bolak-balik, rasanya nyaman sekali memainkan tangan di luar celana dalam wanita.</p>
<p>Kemudian perlahan tangan Neva memindahkan tangan saya ke bagian dalam celananya yang mulai berlendir. Saya mengusap dengan teknik memutar ibu jari dan jari tengah, sementara jari manis saya menggaruk lembut bagian pinggir labia mayoranya. Sementara gerakan tangan saya berjalan, lidah saya secara perlahan menjilati bagian pinggir kupingnya. Ternyata teknik saya ini membuat Neva berteriak lembut, desahannya terasa meningkat.</p>
<p>Tidak berapa lama kemudian Neva berbalik dan berbisik, &#8220;Mas, saya pindah di ujung bathtub ini ya..?&#8221; katanya sambil secara lembut menarik celana dalamnya.</p>
<p>Saya terpana melihat vaginanya yang ditutupi rambut-rambut halus yang dicukur dengan rapih, merangsang sekali. Neva kemudian duduk dan sebelah kakinya diangkat ke atas membuat vaginanya terbelah mekar, memperlihatkan bagian labia-nya yang sudah sedikit basah.</p>
<p>&#8220;Mas.., jilatin memek saya ya..! Saya pengen banget nih..!&#8221; pintanya.</p>
<p>Tanpa diperintah dua kali saya berjongkok di bathtub dan kepala saya julurkan ke arah kemaluannya. Saya mulai dengan jilatan di paha dalam, kemudian secara pasti menuju belahan vaginanya. Saya berusaha untuk sabar, jangan sampai dia merasa terlalu cepat naik.</p>
<p>Setelah sepuluh menitan saya memainkan bagian luar kemaluannya, kedua tangan saya secara mantap memegang pahanya dengan cara melingkar agar dia tidak banyak bergerak. Akan saya buat Neva tidak dapat melupakan teknik oral ini. Saya menyusupkan kepala saya ke pahanya. Saya hisap berkali-kali sambil divariasikan dengan jilatan naik turun. Hal ini saya yakin membuat klitorisnya membesar dan dengan mudah akan saya gigit pelan. Ternyata usaha saya berhasil, Neva mulai menggelinjang dan tangannya secara keras menjambak rambut saya.</p>
<p>&#8220;Mas.., Neva enggak tahan nih, mo keluar..!&#8221; katanya.</p>
<p>Neva mengejang dan saya merasakan bibir saya sedikit terjepit. Bau harum lendir Neva menyusup ke hidung, saya tahu Neva orgasme hebat karena cukup lama Neva mengejang, sebelum akhirnya lemas dan tersandar di pinggir bathtub.</p>
<p>&#8220;Mas.., makasih banget ya, kamu hebat, Vena baru kali ini orgasme lama banget.&#8221;</p>
<p>&#8220;OK, makasih juga, saya juga seneng kok, cuma saya kayaknya musti swalayan nih, kalo kamu udah capek gini.&#8221; kata saya mencoba berkelakar.</p>
<p>Ternyata Vena langsung mendorong tubuh saya sehingga saya terduduk di atas closet duduk.</p>
<p>Vena tersenyum, &#8220;Sekarang giliran saya muasin kamu Mas..! Tunggu bentar ya Mas..!&#8221;</p>
<p>Vena mencuci sebentar kemaluannya dan mulai mendekati. Kakinya langsung mengangkang dan meluruskan arahnya pada penis saya. Secara perlahan dipegangnya penis saya yang berujung besar dan mulai sedikit memerah, lalu memasukkannya ke liang kenikmatannya yang masih sedikit berdenyut.</p>
<p>Neva ternyata tipe wanita kuat dalam seks, kepala penis saya secara perlahan masuk ke bagian kewanitaannya. Setelah seluruhnya masuk, Neva mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur, persis seperti cewek naik kuda, gerakan ini membuat saya terasa melayang. Kemudian secara perlahan gerakannya berganti menjadi berputar dan naik turun. Gila pikir saya, ternyata Neva profesional sekali dalam urusan seks.</p>
<p>Saya mulai merasakan darah di kepala meningkat bersamaan dengan aliran darah menuju penis. Wah.., saya akan cepat keluar nih. Ketika saatnya akan mengalami orgasme, tiba-tiba Neva bangkit dari duduknya, otomatis penis saya terlepas dari liang hangat itu.</p>
<p>Saya keheranan, tapi Neva hanya tersenyum dan bilang, &#8220;Tenang Mas..!&#8221;</p>
<p>Kemudian dia duduk membelakangi saya dan mulai lagi dengan gerakan turun naik, hanya kali ini dalam hitungan 4 masuk semua dan hitungan 1 hanya sepertiganya.</p>
<p>Kemudian paha saya direnggangkan dan pahanya berada di dalam paha saya, tentu saja ini membuat penis saya semakin terjepit. Secara simultan Vena menaik-turunkan pantatnya. Sekitar 15 menit kemudian, Neva diam sejenak, keringat mulai mengucur dari badan saya dan badan Vena. Dalam posisi diam ternyata vagina Vena justru berdenyut semakin kencang dan rapat yang membuat saya mendesis-desis keenakan. Ternyata Neva punya keahlian juga dalam teknik &#8216;empot ayam&#8217;.</p>
<p>&#8220;Nev, saya mo keluar nih..!&#8221; kata saya.</p>
<p>&#8220;Bentar ya Mas.., tahan dulu..!&#8221;</p>
<p>Saya sekuat tenaga menahan dengan menarik napas dalam-dalam. Neva menghentikan denyutannya, ini membuat penis saya sedikit tenang.</p>
<p>Neva lalu bangkit dan bilang, &#8220;Mas.., saya kulum ya punyamu biar keluarnya lebih enak..?&#8221;</p>
<p>Saya hanya dapat pasrah, habis apa pun yang Vena perbuat untuk penis saya benar-benar membuat saya mati keenakan.</p>
<p>Vena mengulum penis dengan ganas dan menggarukkan giginya di ujung penis saya. Saya sudah tidak kuat lagi dan hampir keluar. Tiba-tiba Vena menghentikan oralnya dan menekan penis saya kuat-kuat dengan genggamannya. Orgasme saya langsung hilang.</p>
<p>&#8220;Ven, kamu gila ya..!&#8221; teria saya, &#8220;Kan sakit..!&#8221;</p>
<p>&#8220;Tenang Mas, mau yang enak banget kan..?&#8221; katanya tenang.</p>
<p>Kemudian dilepaskan genggamannya, dan kembali memasukkan penis saya ke liang surgawinya. Kali ini dengan gerakan yang sangat liar secara kasar Neva menggerakkan pinggulnya maju mundur.</p>
<p>Sepuluh menit kemudian tanpa dapat ditahan, saya keluar dan menyemburkan sperma saya ke dalam rahimnya dengan kuat. Gila baru kali ini saya dapat orgasme lebih dari 3 kali semprotan dalam waktu yang sangat lama. Rasanya semua sperma ini keluar dan meluluh lantakan tulang-tulang, mungkin ini akumulasi orgasme saya yang tadi tidak jadi keluar. Tidak lama kemudian Neva mengerang dalam dan mendapatkan orgasmenya yang kedua dalam waktu bersamaan dengan saya. Saya merasa lemas, untuk bangun dari duduk saja rasanya saya tidak kuat, tapi saya paksakan juga.</p>
<p>Kami mandi bersama dan saling membilas sambil bibir saya dan bibirnya saling berpagutan.</p>
<p>&#8220;Thank&#8217;s ya Nev, kamu hebat banget, saya jadi pengen lagi.&#8221;</p>
<p>Neva tersenyum nakal dan mencium penis saya dengan lembut. Kami keluar dari kamar mandi dan tidak terasa sudah pukul 11 malam. Saya langsung pamit, tapi Vena bilang ingin tidur malam ini dengan saya.</p>
<p>&#8220;Gimana nanti dengan pembantu kamu kalo tahu ada cowok tidur di sini..?&#8221; tanya saya was-was.</p>
<p>&#8220;Jangan khawatir, pembantu saya enggak akan berani masuk kamar, lagian kalo pagi-pagi juga si Bibi ke pasar dan baru pulang jam 11 siang.&#8221; jelasnya masih tetap berharap saya mau tinggal semalam dengannya.</p>
<p>Akhirnya kami tidur bersama, dan malamnya kami melakukan beberapa kali lagi making love. Saya puas, ternyata ada wanita cantik yang mampu mengimbangi hasrat seks saya yang cukup besar ini.</p>
<p>TAMAT</p>
<p><strong><a href="http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/09/cerita-18-tahun-ohh-mantan-kekasihku/"><em>Tags : cerita sexs, cerita ghairah, melayboleh, gambar telanjang, cerita berahi, setengah baya, cerita melayu,cerita 17tahun,cerita seks melayu,gadis melayu,melayu seks,melayu boleh,web melayu boleh,melayu,melayu 3gp,melayu bogel,skodeng melayu,sabul,rumah tumpagan sabul,rumah tumpangan sabul,sabul rumah</em></a></strong></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blog18tahun.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blog18tahun.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blog18tahun.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blog18tahun.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blog18tahun.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blog18tahun.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blog18tahun.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blog18tahun.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blog18tahun.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blog18tahun.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blog18tahun.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blog18tahun.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blog18tahun.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blog18tahun.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=161&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/12/cerita-panas-nafsu-wanita-setengah-baya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebcba4daf48149ff1c5b1e51dbf29eb6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blog18tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita 18 Tahun &#8211; Ohh&#8230; Mantan Kekasihku</title>
		<link>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/09/cerita-18-tahun-ohh-mantan-kekasihku/</link>
		<comments>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/09/cerita-18-tahun-ohh-mantan-kekasihku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 10:52:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blog18tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita 18 Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[artis bugil malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[artis indonesia telanjang bugil]]></category>
		<category><![CDATA[bugil abg bugil]]></category>
		<category><![CDATA[bugil anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[bugil photo]]></category>
		<category><![CDATA[bugil telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita panas]]></category>
		<category><![CDATA[cewek smu]]></category>
		<category><![CDATA[chika bugil]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil cewek bandung]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil dian sastro]]></category>
		<category><![CDATA[gadis bugil tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[gambar tante telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[model bugil exo]]></category>
		<category><![CDATA[sarah azhari bugil]]></category>
		<category><![CDATA[sma bugil]]></category>
		<category><![CDATA[smp bugil]]></category>
		<category><![CDATA[smu bugil]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog18tahun.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini adalah memoriku yang tak dapat aku lupakan. Cerita ini sunguh-sunguh terjadi dan nama-nama dalam ceritaku ini adalah nama-nama yang sesungguhnya, tapi yang aku gunakan adalah inisialnya saja. Namaku adalah Eml Amn, seperti judulku di atas, cerita ini mengisahkan tentang kenangan yang tidak pernah kulupakan bersama mantanku. Baiklah ceritanya begini. Malam itu aku ingat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=159&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Cerita ini adalah memoriku yang tak dapat aku lupakan. Cerita ini sunguh-sunguh terjadi dan nama-nama dalam ceritaku ini adalah nama-nama yang sesungguhnya, tapi yang aku gunakan adalah inisialnya saja. Namaku adalah Eml Amn, seperti judulku di atas, cerita ini mengisahkan tentang kenangan yang tidak pernah kulupakan bersama mantanku. Baiklah ceritanya begini.</p>
<p>Malam itu aku ingat bulan Agustus tahun 2005. Namun aku lupa tanggalnya, hanya aku ingat harinya adalah hari Senin malam sekitar pukul 21.30. Malam itu bulan purnama, sehingga kami dapat melihat dengan jelas wajah masing-masing. Aku parkirkan mobil Kijang Rover abu-abuku di pinggir pantai Ancol.</p>
<p>&#8220;Kemana saja sih lo Rg? Gue benar-benar kangen deh sama lo&#8221;, aku mulai membuka pembicaraan. &#8220;Ah yang benar..?&#8221; jawab Rgn. &#8220;Elo sekarang lagi deket sama siapa?&#8221; tanyaku. Rgn menjawab &#8220;Ada lah.., namanya Ptt&#8221;. Aku bertanya lagi &#8220;Elo sudah ngapain saja sama dia?&#8221; &#8220;Kok lu nanyanya gitu sih?&#8221; ujar Rgn. Aku menjawab &#8220;habis waktu gue pacaran sama lu dulu kan nggak lebih dari pas foto doang (cuma ciuman sama megang-megang buah dada), tiap tangan gue mau kebawah, lu tarik lagi ke atas&#8221;, Rgn terdiam. Lalu mulailah ia menceritakan bahwa karena pergaulan ia sempat ikut-ikutan dengan teman-temannya sewaktu di SMA swasta Prg Ckn. Lalu salah seorang temannya menggunakan kesempatan pada saat Rgn sedang setengah fly, temannya itu memerawaninya. Aku terdiam mendengar ceritanya. Lalu dengan sangat hati-hati aku berkata kepada Rgn. &#8220;Dari dulu gue sudah bilang sama lu, waktu lu mutusin gue, hati-hati jaga diri lu, jangan ikut-ikutan teman-teman lu yang nggak benar, nanti lu dikerjain sama teman lu sendiri, dan ternyata benar kan?&#8221; Lalu Rgn menjawab &#8220;Iya lo Eml, coba gue dengerin kata-kata lu waktu itu ya&#8221;. Lalu aku berkata &#8220;Ya sudah, yang sudah ya sudah, sekarang lu nyesel nggak?&#8221; Rgn menjawab &#8220;Gue nyesel bukan karena gue sudah nggak perawan lagi, tapi gue nyesel karena perawan gue hilang dengan cara yang gue nggak rela, dan perawan gue hilang bukan dengan orang yang benar-benar gue sayangin, kenapa perawan gue hilang bukan sama lu, kenapa lu gue putusin waktu itu&#8221;. Aku terdiam, dia pun terdiam. Kemudian aku berkata untuk memecahkan suasana yang agak mendung &#8220;Ya sudah deh, nggak usah di seselin Rgn, sekarang gue menuntut keadilan nih, gue pengen ngerasain juga nih making love sama lu..&#8221; Rgn menatapku dalam. Dengan cepat aku langsung berkata &#8220;Nggak kok Rg.., becanda&#8221;. Tanpa kuduga Rgn tersenyum, dan ia berkata &#8220;Boleh..&#8221; Aku tersentak, kaget, senang, tidak percaya. Aku bertanya &#8220;benar nih Rg?&#8221;, dan ia hanya tertawa kecil. Kemudian aku raih wajahnya, dengan sangat perlahan-lahan aku dekatkan wajahku ke wajahnya, lalu aku cium bibirnya sejenak, lalu aku tarik lagi wajahku agak menjauh. Aku rasakan hatiku tergetar, bibirku pun kurasakan tergetar, begitu juga dengan bibirnya. Lalu aku tersenyum, dan ia pun tersenyum.</p>
<p>Kemudian mulailah kami cerita ngalor ngidul, tentang hubungannya dengan Ptt pacarnya, tentang betapa ia dan pacarnya itu sudah sangat jauh hubungannya. Dan aku pun menceritakan tentang diriku. Sampai pada suatu saat, entah bagaimana mula ceritanya, tiba-tiba aku bertanya kepada Rgn. &#8220;Rgn, tapi jangan marah ya..! Gua mau tanya, barangnya Ptt gede nggak?&#8221; Rgn agak terperengah lalu Rgn tersenyum, dan berkata &#8220;Apa-apaan sih lu, kok nanya begituan segala?&#8221;. Aku berkata &#8220;Serius nih, gue pengen tau?&#8221; Rgn bilang sambil malu-malu kucing &#8220;Tauk ah!&#8221;. Lalu aku berkata padanya &#8220;Oke, lu bilang kan lu sudah jauh berhubungan sama Ptt, nah pasti lu kan sudah pernah dong liat punyanya Ptt&#8221;. Lalu Rgn sambil tertawa kecil menjawab &#8220;Iya sudah..&#8221;. Lalu ia berkata &#8220;Tapi kan gue belom pernah liat punya lo Ml&#8221;. Lalu aku berkata &#8220;Nah, sekarang gue kasih liat nih ya&#8221;. Belum sempat Rgn bereaksi apa-apa tanpa ragu-ragu aku buka zipper (retsletting) celanaku, lalu aku pelorotkan celanaku dan celana dalamku sampai sebatas lutut. Aku mendengar Rgn terkejut &#8220;Eml.. Gilaa!! Itu.. apaan tuh? Astaga Eml.. Guede buanget barang lo?! Keker, melengkung ke atas lagi.., itu urat-uratnya saja ampe nonjol-nonjol kayak gitu.. iihh ngeri ah..&#8221; Aku hanya tertawa, dan berkata &#8220;Ah masak sih Rg segini gede?&#8221; Lalu Rgn berkata &#8220;Ya ampun.. Eml, mati deh gue kalau begituan sama lu dengan barang lo yang segede gini, sudah pernah lu ukur belom barang lo Eml? Wah! pasti cewek lo ngejerit kalau digituin sama lu dong?&#8221; Aku menjawab &#8220;sudah sih, panjangnya sih gue ukur 22 cm kurang 3 mili, terus garis tengahnya sekitar hampir 7 cm&#8221;. Terdengar lagi Rgn berkata &#8220;Gila.. gila..&#8221;. Lalu aku berkata &#8220;sudah deh, sekarang gedean mana sama Ptt?&#8221; Lalu Rgn menjawab &#8220;Ya ampun Eml, kalau kayak gini mah Ptt nggak ada apa-apanya&#8221;. Lalu aku bertanya lagi kepada Rgn &#8220;Nah sekarang boleh nggak gue minta jatah gue nih?&#8221; Rgn terdiam. Akhirnya dengan setengah berbisik namun yakin dan mantap Rgn berkata &#8220;Boleh deh&#8221; Lalu ia tersenyum dan berkata lagi &#8220;Tapi nanti masukinnya pelan-pelan ya Ml, gue takut, sakit&#8221;, dan aku pun mengangguk dengan segera.</p>
<p>Singkat cerita, kami berdua pindah ke bangku belakang (tengah) Kijang Roverku, dengan pakaian yang sudah terlucuti masing-masing. Aku cium kening Rgn terlebih dahulu, kemudian kedua matanya, hidungnya, kedua pipinya, lalu bibirnya. Rgn terpejam dan kudengar nafasnya mulai agak terasa memburu, kami berdua terbenam dalam ciuman yang hangat membara. Aku arahkan mulutku ke lehernya, ke pundaknya, lalu turun ke buah dadanya yang dari sejak pacaran dulu bagiku buah dada Rgn adalah buah dada yang terindah, besar, montok, kencang, ukuran 36B, dengan puting yang agak memerah. Aku mainkan lidahku di puting kedua buah dadanya yang mulai mengeras. Yang kiri.. lalu yang kanan.. Terdengar ucapan Rgn &#8220;Eml, lu tau saja kelemahan gue, gue paling nggak tahan kalau dijilat payudaranya.., aahh..&#8221; Aku pun sudah semakin asyik mencumbu dan menjilati puting buah dadanya, lalu ke perutnya, pusarnya, dan tiba-tiba aku berhenti, lalu aku bertanya kepada Rgn &#8220;Rg lu sudah pernah belom dijilatin itu lo? Rgn menjawab &#8220;Belom.., kenapa?&#8221; Aku menjawab &#8220;Mau nyoba nggak?&#8221;. Rgn mengangguk perlahan. Takut ia berubah pikiran, tanpa menunggu lebih lama lagi langsung aku arahkan mulutku ke kemaluan Rgn yang bulunya lebat, dan kelentitnya yang memerah dan baunya yang khas. Aku keluarkan ujung lidahku yang lancip lalu kujilat dengan lembut kelentit Rgn. Beberapa detik kemudian kudengar desahan panjang dari Rgn &#8220;sstt.. aahh!!&#8221; Lalu ia berkata &#8220;aahh.. Eml.. gila nikmat benar.., gila.. gue baru ngerasain nih nikmat yang kayak gini.. aahh.., gue nggak tahan nih.., sudah deh..&#8221; Lalu dengan tiba-tiba ia menarik kepalaku lalu dengan tersenyum ia memandangku. Tanpa aku duga ia menyuruhku untuk bersandar ke bangku, dengan sigapnya tangannya menggapai kemaluanku yang sudah menegang dan membesar dari tadi. Lalu ia memasukkan batang kemaluanku yang besar dan melengkung kedalam mulutnya. aahh.. kurasakan kehangatan lidah dalam mulutnya. Lalu aku berkata &#8220;Aduh Rg, jangan kena gigi dong.. sakit, nanti lecet..&#8221; Lalu sambil kuperhatikan wajahnya, lidahnya sibuk menjilati kepala kemaluanku yang keras, ia jilati melingkar, ke kiri.., ke kanan.., lalu dengan perlahan ia tekan kepalanya ke arahku berusaha memasukkan kemaluanku semaksimal mungkin kedalam mulutnya. Namun hanya seperempat dari panjang kemaluanku saja kulihat yang berhasil terbenam dalam mulutnya. Sampai terdengar suara &#8220;Ohk! aduh Eml, cuma bisa masuk seperempat..&#8221; Lalu aku menjawab &#8220;Ya sudah Rg, sudah deh jangan dipaksain, nanti lu muntah..&#8221; Ku tarik tubuhnya, dan kurebahkan ia di bangku belakang (tengah) Kijang Roverku. Lalu ia membuka pahanya agak lebar, terlihat samar-samar olehku kemaluannya sudah mulai lembab dan agak basah. Lalu aku pegang batang kemaluanku, aku arahkan ke lubang kemaluannya. Aku rasakan kepala kemaluanku mulai masuk perlahan, aku tekan lagi agak perlahan, kurasakan sulit kemaluanku menembus lubang kemaluannya. Aku dorong lagi perlahan, ku perhatikan wajah Rgn dengan matanya yang tertutup rapat, ia menggigit bibirnya sendiri, kemudian berdesah berkata &#8220;sstt.. aahh.., Eml, pelan-pelan ya masukinnya, sudah kerasa agak perih nih..&#8221; Dan aku pun dengan perlahan tapi pasti kudesak terus batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Rgn, aku berupaya untuk dengan sangat hati-hati sekali memasukkan batang kemaluanku ke lubang kewanitaan Rgn. Aku sudah tidak sabar, pada suatu saat aku kelepasan, aku dorong batang kemaluanku agak keras, dan terdengar dari kemaluanku Rgn suara &#8220;Srrph!&#8221; Aku lihat ke arah batang kemaluanku dan kemaluan Rgn, tampak olehku batang kemaluanku baru setengah terbenam kedalam kemaluannya. Rgn tersentak kaget, dan aku pun demikian. Lalu Rgn bertanya &#8220;Aduh Eml, suara apaan tuh?&#8221; Aku menjawab dan menenangkan Rgn &#8220;Nggak apa-apa, sakit nggak?&#8221; Lalu Rgn menjawab &#8220;Sedikit..&#8221; Lalu aku berkata &#8220;Tahan ya.., sebentar lagi masuk kok..&#8221; dan kurasakan lubang kemaluan Rgn sudah mulai basah dan agak hangat. Ini menandakan bahwa lendir dalam kemaluan Rgn sudah mulai keluar, dan siap untuk berpenetrasi. Akhirnya aku desakkan batang kemaluanku dengan cepat dan tiba-tiba agar Rgn tidak sempat merasakan sakit, dan ternyata usahaku berhasil, aku lihat wajah Rgn seperti orang yang sedang merasakan kenikmatan yang luar biasa, matanya setengah terpejam, dan sebentar-sebentar kulihat mulutnya terbuka dan mengeluarkan suara &#8220;sshh.. sshh..&#8221; Lidahnya terkadang keluar sedikit membasahi bibirnya yang sensual.. Aku pun merasakan nikmat yang luar biasa. Ku tekan lagi batang kemaluanku, kurasakan di ujung kemaluanku ada yang mengganjal, ku perhatikan batang kemaluanku, ternyata sudah masuk tiga perempat kedalam lubang kemaluan Rgn, ko coba untuk menekan lebih jauh lagi, ternyata sudah mentok.., kesimpulannya, batang kemaluanku hanya dapat masuk tiga perempat lebih sedikit ke dalam lubang kemaluan Rgn. Dan Rgn pun merasakannya. Ini aku ketahuai karena Rgn pun berkata kepadaku &#8220;Aduh Eml, sudah mentok, jangan dipaksain teken lagi, perut gue sudah kerasa agak eneg nih, eneg-eneg nikmat.., gila.., aduh.., barang lo gede banget sih Ml..&#8221;</p>
<p>Aku mulai memundur-majukan pantatku, sebentar kuputar goyanganku ke kiri, lalu ke kanan, memutar, lalu kembali ke depan ke belakang, ke atas lalu ke bawah. Kurasakan betapa nikmat rasanya kemaluan Rgn, dalam benak pikiranku ternyata lubang kemaluan Rgn masih sempit, ini mungkin karena ukuran batang kemaluanku yang menurut Rgn besar, panjang dan kekar. Lama kelamaan goyanganku sudah mulai teratur, perlahan tapi pasti, dan Rgn pun sudah dapat mengimbangi goyanganku, kami bergoyang seirama, berlawanan arah, bila kugoyang kekiri, Rgn goyang kekanan, bila kutekan pantatku Rgn pun menekan pantatnya. Namun itu semua aku lakukan dengan perlahan namun teratur dan pasti, karena aku sadar betapa besar batang kemaluanku untuk Rgn, aku tidak mau membuatnya menderita kesakitan. Dan usahaku ini berjalan dengan mulus. Sesekali kurasakan jari jemari Rgn merenggut rambutku, sesekali kurasakan tangannya mendekapku dengan erat. Tubuh kami berkeringat dengan sedemikian rupa dalam ruangan mobil yang mulai panas, namun kami tidak peduli, kami sedang merasakan nikmat yang tiada tara pada saat itu. Aku terus menggoyang pantatku kedepan kebelakang, keatas kebawah dengan teratur sampai pada suatu saat dimenit ke dua puluh kalau aku tidak salah, Rgn berkata &#8220;Aahh Eml.., agak cepet lagi sedikit goyangnya.., gue kayaknya sudah mau keluar nih..&#8221; Rgn mengangkat kakinya tinggi, melingkar di pinggangku, menekan pantatku dengan erat dan beberapa menit kemudian semakin erat.., semakin erat.., tangannya sebelah menjambak rambutku, sebelah lagi mencakar punggungku, mulutnya menggigit kecil telingku sebelah kanan, lalu terdengar jeritan dan lenguhan panjang dari mulutnya memanggil namaku &#8220;Eml.. aahh.. mmhhaahh.. Aahh..&#8221;. Kurasakan lubang kemaluannya hangat, menegang dan mengejut-ngejut menjepit batang kemaluanku, aahh.. gila.. ini nikmat sekali.. baru kurasakan sekali ini lubang kemaluan bisa seperti ini. Tak lama kemudian aku tak tahan lagi, kugoyang pantatku lebih cepat lagi keatas kebawah dan.., tubuhku mengejang.. lalu Rgn berseru &#8220;Eml.., cabut.., keluarin di luar..&#8221;. Dengan cepat kucabut batang kemaluanku lalu sedetik kemudian kurasakan kenikmatan luar biasa, aku menjerit tertahan &#8220;aahh.. ahh..&#8221; Aku mengerang tertahan &#8220;Ngghh.. ngghh..&#8221; Aku pegang batang kemaluanku sebelah tangan dan kemudian kurasakan muncratnya air maniku dengan kencang dan banyak sekali keluar dari batang kemaluanku, stchrootth.. stchrootthh.. scrothh.. craatthh.., sebagian menyemprot wajah Rgn, sebagian lagi ke payudaranya, kedadanya, terakhir keperut dan pusarnya.. Kami terkulai lemas berdua, sambil berpelukan, lalu kudengar Rgn berkata &#8220;Eml.., nikmat banget making love sama lu, rasanya beda sama kalau gue gitu sama Ptt. Enakan sama lu, kalau sama Ptt, gue jarang keluar, tapi baru sekali gitu sama lu gue bisa keluar, barang kali karena barang lo yang gede bangeth ya? Gue nggak bakal lupa deh sama malam ini, gue akan inget terus malem ini, jadi kenangan manis gue&#8221;. Aku hanya tersenyum dengan lelah dan berkata &#8220;Iya Rg, gue juga, gue nggak bakal lupa&#8221;.</p>
<p>Aku antar Rgn pulang ke rumahnya dibilangan Tn Abg. Kami pulang dengan kenangan manis yang tak dapat kami lupakan selama-lamanya.</p>
<p>TAMAT</p>
<p><a href="http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/05/cerita-18-tahun-aku-yang-dimadu/"><em><strong>Tags : cerita 17 tahun, tante, cerita panas, cewek smu, toket, gambar tante telanjang, sarah azhari bugil,foto bugil cewek bandung,model bugil exo,smp bugil,artis indonesia telanjang bugil,bugil abg bugil,chika bugil,foto bugil dian sastro,bugil telanjang,sma bugil,bugil anak anak,gadis bugil tante girang,smu bugil,bugil photo,artis bugil malaysia</strong></em></a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blog18tahun.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blog18tahun.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blog18tahun.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blog18tahun.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blog18tahun.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blog18tahun.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blog18tahun.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blog18tahun.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blog18tahun.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blog18tahun.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blog18tahun.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blog18tahun.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blog18tahun.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blog18tahun.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=159&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/09/cerita-18-tahun-ohh-mantan-kekasihku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebcba4daf48149ff1c5b1e51dbf29eb6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blog18tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita 18 Tahun &#8211; Aku yang Dimadu</title>
		<link>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/05/cerita-18-tahun-aku-yang-dimadu/</link>
		<comments>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/05/cerita-18-tahun-aku-yang-dimadu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 12:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blog18tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita 18 Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[artis indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bokep indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[cerita daun muda]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sexs]]></category>
		<category><![CDATA[cewek indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[gadis bandung]]></category>
		<category><![CDATA[gadis indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bugil]]></category>
		<category><![CDATA[gambar cewek bugil]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[memek bugil]]></category>
		<category><![CDATA[smp bugil]]></category>
		<category><![CDATA[smu bugil]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[video bugil]]></category>
		<category><![CDATA[video indonesia bugil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog18tahun.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Sebut saja namaku Christine, aku berasal dari kota S. Pendidikanku cukup baik, aku selalu berhasil dengan baik dalam tiap pelajaran, bahkan aku dapat lulus dari perguruan tinggi dengan IP yang sangat baik. Tetapi itu semua tidak menjamin kebahagiaan, aku dididik dengan pendidikan yang kolot, serius, sehingga aku cenderung menjadi orang yang kuper dan pendiam. Namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=157&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Sebut saja namaku Christine, aku berasal dari kota S. Pendidikanku cukup baik, aku selalu berhasil dengan baik dalam tiap pelajaran, bahkan aku dapat lulus dari perguruan tinggi dengan IP yang sangat baik. Tetapi itu semua tidak menjamin kebahagiaan, aku dididik dengan pendidikan yang kolot, serius, sehingga aku cenderung menjadi orang yang kuper dan pendiam. Namun itu tidak menyulitkanku dalam hal perjodohan, karena banyak orang mengatakan bahwa aku cantik, dan memiliki mata yang bundar, aku tidak terlalu memahami apa yang mereka katakan, namun kebanyakan pria yang mendekatiku mengatakan hal serupa.</p>
<p>Karena itulah dalam usia yang relatif muda, 21 tahun aku berhasil menemukan jodoh yang baik, dia cukup kaya dan orangnya pengertian walaupun usianya jauh lebih tua dari aku, 31 tahun, maklum karena aku selama ini dibesarkan dengan didikan orang tua yang otoriter sehingga suamiku juga cukup selektif karena Mama hanya memperbolehkan orang yang qualified menurutnya untuk apel ke rumahku, bila pria yang apel ke rumahku berkesan norak dan hanya membawa kendaraan roda dua, jangan harap Mama akan mengijinkannya untuk apel lagi.</p>
<p>Selama beberapa tahun, hubungan kami baik-baik saja, kami dikaruniai dua orang anak, dan kami sangat berkecukupan di bidang materi. Namun kadang-kadang tidak semuanya berjalan lancar, ternyata suamiku tidak bisa lagi memberi nafkah batin kepadaku, ternyata dia mengalami problem impotensi, karena overworking. Tetapi saya tetap mencintainya karena dia jauh dari perselingkuhan dan dia sangat perhatian kepadaku.</p>
<p>Walaupun dia sudah tidak dapat lagi memberiku kepuasan, namun saya tetap menahan diri dan mencoba untuk tidak berselingkuh. Semuanya berjalan dengan baik sampai akhirnya datang Roni. Dia adalah rekan bisnis suamiku sejak lama, namun aku baru sekian lama dapat berjumpa dengannya, dia seusia suamiku, menurutnya dia dan suamiku berpartner sejak mulai bekerja, kami kemudian menjadi dekat karena dia orangnya humoris.</p>
<p>Dasar laki-laki tampaknya dia cukup tanggap dengan keadaan suamiku yang tidak mampu lagi memuaskan diriku sehingga akhirnya dia akan membawaku ke jurang kehancuran, aku dapat merasakan matanya yang jalang bila melihatku, terus terang saja aku merasa risih namun ada sensasi birahi dalam diriku bila dipandang seperti itu, aku tidak tahu mengapa, mungkin karena aku tidak pernah mendapat perlakuan seperti itu, walaupun ketika masih mojang aku mempunyai banyak kenalan pria.</p>
<p>Suatu saat dia menelepon dari hotelnya, dia menyuruhku menjemput suamiku yang katanya minum-minum sampai mabuk, aku ingat waktu itu masih pagi betul, memang suamiku kadang lembur sampai malam sekali, sehingga aku tidak tahu kapan dia pulang. Betapa bodohnya aku, aku menyadari suamiku tidak pernah minum alkohol, entah mengapa ajakan Roni seperti hipnotis sehingga aku tidak curiga sama sekali.</p>
<p>Akhirnya aku sampai di hotel GS tempat Roni menginap, aku memasuki kamarnya dan dengan muka tak berdosa dia memaksaku untuk masuk, tanpa curiga aku cepat-cepat masuk dan mencari suamiku, namun ketika aku sadar dia tidak ada tiba-tiba mulutku dibekap dari belakang, napasku sesak sampai aku pingsan, entah apa yang terjadi selanjutnya, aku merasa ada kegelian di dadaku, seseorang mengelus-elus dan meremas-remas bagian dadaku. Pelan-pelan aku terbangun, kulihat Roni sedang memainkan payudaraku. Oh, betapa terkejutnya aku, apalagi mendapati diriku terebah di tempat tidur dengan hanya baju atasan yang sudah terbuka dan BH-ku yang sudah dibuka paksa. Aku menyuruhnya melepaskanku kudorong dorong badannya tetapi dia tak bergeming.</p>
<p>Dia memegangi kedua tanganku dan menekuk kedua lenganku dan menaruhnya di samping kepalaku, sehingga aku praktis tidak bisa apa-apa, genggamannya terlalu kuat, dia tertawa kecil dan menciumi kedua puting payudaraku, aku menolak tapi entah kenapa aku merasa risih birahi. Kemudian dia memasukkan penisnya ke bagian kemaluanku, aku meringis-ringis dan berteriak, rasanya sakit sekali.</p>
<p>Tetapi aku sepertinya justru menginginkannya, di tengah pergumulan itu aku menyadari bahwa penis suamiku sebenarnya terlalu kecil, aku pelan-pelan merasakan kenikmatan, dasar lelaki tampaknya Roni sangat pintar mengambil kesimpulan, aku pasrah pada kemauannya, ketika dia membalikkan badanku sampai seperti merangkak, dia sangat agresif, tetapi aku dapat mengimbanginya karena sudah lama aku tidak merasakan ini. Dia kembali menusukkan penisnya di kemaluanku dan meremas-remas payudaraku. Ahh, memang aku merasakan kenikmatan yang luar biasa yang bahkan suamiku sendiri tidak pernah memberikannya. Kemudian merasa tidak puas dengan baju bagian atasku yang masih menempel, dia melepaskannya, sambil kemudian membuat posisiku seperti duduk dipangku olehnya.</p>
<p>Seperti kesetanan aku secara otomatis mengikuti irama kemauannya, ketika kedua tangannya memegang perutku dan menggerakkannya naik turun aku secara otomatis mempercepat dan memperlambat gerakanku secara teratur, dia tersenyum penuh kemenangan, merasa dia telah membuat ramalan yang jitu. Kurasakan dia kembali meremas-remas dadaku ketika dia merasa aku dapat mengambil inisiatif. Sungguh seperti binatang saja aku, melakukan hal semacam itu di pagi hari, di mana seharusnya aku ada di rumah mempersiapkan sarapan dan mengurus anak-anakku. Sempat kurasakan tiada selembar benangpun menempel di tubuhku kecuali celana jinsku di sebelah kanan yang belum terlepas seluruhnya, tampaknya Roni tidak sempat melepasnya karena terlalu terburu nafsu.</p>
<p>Akhirnya dia menyuruhku mengambil posisi telentang lagi dan dia mengangkat dua kakiku direntangkannya kedua kakiku ke arah wajahnya dan dia mulai memainkan penisnya lagi, dan kurasa dia sangat menaruh hati kepada payudaraku, karena kemudian dia mengomentari payudaraku, menurutnya keduanya indah bagaikan mangkuk. Hmm, aku sungguh menikmatinya karena suamiku sendiri tidak pernah memberi perlakuan spesial pada kedua payudaraku ini, paling dia hanya meremas-remasnya. Tetapi apa yang dilakukan Roni benar-benar sungguh mengejutkan dan memuaskan diriku, dia menghisap putingku dan memainkannya seperti dot bayi. Hanya sebentar rasanya aku mengalami orgasme, aku merasa lelah sekali dan kehabisan nafas sampai akhirnya dia juga sampai ke situ.</p>
<p>Setelah itu aku merasa sangat marah dan menyesal kudorong Roni yang masih mencoba mencumbuku, kumaki dia habis-habisan. Tampaknya dia juga menyesal, dia tidak dapat berkata apa-apa. Roni kemudian hanya duduk saja sementara aku sambil menangis memakai kembali seluruh pakaianku. Aku mencoba menenangkan diri, sampai kemudian Roni mengancamku untuk tidak mengatakan hal ini kepada suamiku, dia kembali menekankan bahwa bisnis suamiku ada di tangannya karena dia adalah pembeli mayoritas sarang burung walet suamiku. Aku membenarkannya karena suamiku pernah berkata bahwa Roni adalah koneksinya yang paling penting. Aku bingung olehnya, baru-baru ini ketika dia pulang ke kotaku, dia kembali memaksaku melakukan lagi hal serupa, bahkan dia pernah berkata bahwa suamiku sudah menyerahkan diriku padanya karena dia merasa tidak mampu lagi memuaskan diriku.</p>
<p>Kapankah ini akan berakhir, dunia ini sungguh kejam.</p>
<p>TAMAT</p>
<p><em><a href="http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/02/cerita-18-tahun-semerbak-teratai-di-kolam-berlumpur-02/"><strong>Tags : cerita seks, cerita daun muda, gadis bandung, video bugil, cerita sexs, tante, smp bugil, smu bugil, video bugil, gambar bugil, gambar cewek bugil, video indonesia bugil, memek bugil, bugil, indonesia, artis indonesia, bokep indonesia, gadis indonesia, cewek indonesia</strong></a></em></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blog18tahun.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blog18tahun.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blog18tahun.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blog18tahun.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blog18tahun.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blog18tahun.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blog18tahun.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blog18tahun.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blog18tahun.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blog18tahun.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blog18tahun.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blog18tahun.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blog18tahun.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blog18tahun.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=157&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/05/cerita-18-tahun-aku-yang-dimadu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebcba4daf48149ff1c5b1e51dbf29eb6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blog18tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita 18 Tahun &#8211; Semerbak Teratai di Kolam Berlumpur 02</title>
		<link>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/02/cerita-18-tahun-semerbak-teratai-di-kolam-berlumpur-02/</link>
		<comments>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/02/cerita-18-tahun-semerbak-teratai-di-kolam-berlumpur-02/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 13:55:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blog18tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita 18 Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[cerita daun muda]]></category>
		<category><![CDATA[cerita saru]]></category>
		<category><![CDATA[cerita setengah baya]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sex]]></category>
		<category><![CDATA[cewek abg]]></category>
		<category><![CDATA[cewek cantik]]></category>
		<category><![CDATA[cewek telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[chika bandung]]></category>
		<category><![CDATA[foto ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Toket Gadis Abg]]></category>
		<category><![CDATA[gadis indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bokep]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bugil]]></category>
		<category><![CDATA[pentil tete]]></category>
		<category><![CDATA[pentil toket]]></category>
		<category><![CDATA[smu bugil]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>
		<category><![CDATA[toket gede banget]]></category>
		<category><![CDATA[toket montok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog18tahun.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Sambungan dari bagian 01 Perlahan, Vivi berjalan menuju kasur. Kerling matanya seakan-akan menyihir dan memancingku. Saya cuma bisa mengikutinya. Tiba di pinggir kasur, dengan posisi berdiri dia memeluk leher saya dan mencium saya dengan buas. Cukup lama kita berciuman, kemudian saya membaringkan Vivi di kasur. Berbaring di samping dia, saya mengarahkan bibir saya untuk mencium [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=155&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Sambungan dari bagian 01</p>
<p>Perlahan, Vivi berjalan menuju kasur. Kerling matanya seakan-akan menyihir dan memancingku. Saya cuma bisa mengikutinya. Tiba di pinggir kasur, dengan posisi berdiri dia memeluk leher saya dan mencium saya dengan buas. Cukup lama kita berciuman, kemudian saya membaringkan Vivi di kasur. Berbaring di samping dia, saya mengarahkan bibir saya untuk mencium bibirnya yang tipis. Perlahan dan penuh perasaan saya mengulum dan melumat bibirnya.</p>
<p>Degup jantung saya semakin cepat ketika saya mengarahkan tangan kanan saya ke arah dadanya yang masih tertutup handuk. Sedikit gemetar tangan saya ketika jari-jari saya berusaha membuka handuk yang melilit erat di tubuhnya. Mata Vivi masih terpejam menikmati ciuman kita. Ketika handuk tersebut terbuka, udara dingin dari AC langsung menyentuh kulitnya. Vivi membuka matanya, pandangan matanya terlihat sayu.</p>
<p>&#8220;Gua sayang Vivi..&#8221; setelah itu saya melanjutkan ciuman. Dengan buas saya mencium dan mengulum bibirnya sambil menjulurkan lidah saya menyusuri bibir yang terasa hangat.</p>
<p>Merasakan nafasnya yang mulai memburu, saya mengarahkan tangan saya ke buah dadanya yang masih tertutup bra hitam. Saya meremas buah dadanya yang montok dan kenyal. Kelima jari tangan saya menari-nari di atas buah dadanya, jempol dan jari telunjuk saya berusaha mencari puncak tonjolan buah dadanya. Di puncak gunung dadanya jari tanganku memutar dan memelintir ujungnya yang menonjol dan menegang.</p>
<p>Ketika jemari tangan saya berkutat dengan payudaranya, ciuman saya beralih ke lehernya yang jenjang. Perlahan-lahan lidah dan bibir saya menyusuri telinganya, turun ke lehernya, dan pundaknya. Kemudian saya mengalihkan tangannya ke atas, sehingga saya bisa melihat ketiaknya yang mulus tanpa bulu. Ciuman saya berlanjut ke daerah ketiaknya.., dia mendesah pelan ketika lidah saya bermain di sana. Keharuman sabun yang dia pakai sewaktu mandi masih terasa.</p>
<p>Kemudian lidah saya mulai menyusuri daerah dadanya. Tangan saya bergerak ke arah bra hitamnya dan dengan cekatan melepas kancing branya yang berada di depan. Ketika kancing tersebut terbuka, terpampanglah pemandangan sepasang gunung yang begitu indah. Di puncaknya terlihat puting susunya yang kecil dan berwarna coklat muda. Perlahan saya melingkari buah dada kanannya, mulai dari dasar sampai ke puncaknya. Sementara itu bibir saya mengulum buah dada kirinya. Sekali-kali saya mengalihkan mata saya ke wajah Vivi yang sudah merah padam akibat bara nafsu yang sudah menyala.</p>
<p>Ciuman saya berlanjut menyusuri perutnya yang datar dan bermain di pusarnya yang kecil. Setelah itu perjalanan lidah saya dilanjutkan ke paha dalamnya, menyusuri pahanya ke lututnya kemudian kembali lagi ke ujung kedua pahanya. Saat itu Vivi memakai celana dalam hitam dan sela-sela celana dalamnya terlihat ujung beberapa helai bulu kemaluan yang ogah bersembunyi di dalam. Saya menggerakkan lidah saya menyusuri pinggiran celana dalamnya. Kemudian jari saya menarik celana dalamnya ke bawah dan melepaskannya dari sepasang kakinya yang indah. Tatapan mata saya tertuju ke daerah kemaluannya yang berwarna kemerah-merahan dan penuh di tumbuhi ilalang hitam keriting. Jarang saya melihat cewek dengan bulu kemaluan yang sedemikian rimbun, dan bulu-bulu tersebut juga tumbuh di samping bibir kemaluannya menutupi bibir kemaluan dan klitorisnya.</p>
<p>Dengan jari, saya mengusap perlahan bulu kemaluannya. Kemudian jari tangan saya berusaha menyibak bulu yang menutupi bibir kemaluannya. Terlihat lubang kemaluannya yang masih sempit dan basah oleh cairan berwarna bening. Saya menggerakkan jari saya ke daerah klitorisnya dan mencari titik sensitif tersebut. Cukup lama saya berusaha, akhirnya berhasil juga saya menempatkan klitorisnya di antara jari tengah dan jari telunjuk saya. Lidah saya kemudian saya arahkan ke klitorisnya, terasa asin dan tercium harum sabun yang semerbak.</p>
<p>&#8220;Ahh.. Gus.. Ahh..&#8221; terdengar desisan Vivi. Pada saat bersamaan dia menggerakkan pinggulnya ke atas ke arah wajah saya sehingga wajah saya terbenam seluruhnya di pangkal pahanya. Ketika dorongannya mengendor, saya menggerakkan lidah saya menyusuri bibir kemaluannya menuju lubang kemaluannya. Di sana saya berusaha memasukkan lidah saya ke dalam lembah nikmatnya.</p>
<p>&#8220;Ahh.. geelii..&#8221;</p>
<p>Lidah saya kemudian melanjutkan perjalanannya ke bawah, sekali ini menuju lubang yang berada di antara dua gumpalan pinggulnya. Lidah saya meneruskan tariannya di sana.</p>
<p>&#8220;Ahh.. oh.. enakk Gus..&#8221; seru Vivi sambil mengangkangkan kakinya lebar-lebar.</p>
<p>Cukup lama lidah saya bermain di daerah kewanitaannya dan Vivi cuma bisa mendesis dan menikmati setiap sentuhan lidah saya. Sekali-kali saya memasukkan jari saya di lubang kenikmatannya yang ternyata tidak begitu dalam. Jari tengah saya bisa menyentuh mulut rahimnya yang juga merupakan titik sensitifnya. Cairan dari liang kemaluannya semakin banyak dan baunya begitu merangsang, begitu nikmat.</p>
<p>Kemudian saya kembali menjilati kacangnya yang sensitif dengan cepat. Lidah saya naik-turun dengan cepat dan bertenaga. Jari tengah dan telunjuk saya menyusuri lubang kewanitannya dengan gerakan yang semakin cepat.</p>
<p>&#8220;Ah.. Enak.. Gus.. lebih cepet dongg..&#8221; Pinta si Vivi, &#8220;Gua udah nggak tahan.. Masukin punya kamu Gus.. Masukin Gus..&#8221;</p>
<p>Saya tidak menghiraukannya, melainkan meneruskan jilatan dan gerakan jari tanganku. Tiba-tiba tubuhnya mengejang, jarinya menjambak rambut saya dan pahanya mengepit kepada saya. Vivi meronta-ronta seperti ikan di daratan. Rupanya dia mencapai puncak kenikmatannya. Ketika gerakan tubuhnya berhenti, saya membiarkannya sekitar dua tiga menit agar kenikmatan yang ia rasakan bisa dinikmati sepuasnya. Setelah itu saya melanjutkan gerakan lidah saya kembali. Beberapa menit kemudian, desisannya mulai terdengar kembali, &#8220;Ihh.. ohh..&#8221;</p>
<p>Merasa bahwa dia sudah terangsang kembali, saya bangkit dan menyiapkan tongkat wasiat saya yang sudah mencapai kekerasan optimumnya. Saya mengarahkannya ke lubang kenikmatan Vivi. Saya menggesek-gesekkan tongkat tersebut di daerah sensitif di kemaluan Vivi.</p>
<p>&#8220;Ah.. Masukin Gus.. Tolongg.. jangan siksa saya.. Masukin..&#8221; mohon Vivi.</p>
<p>Saya tersenyum dan bersiap-siap memasukkan tongkat wasiat saya. Perjalan tongkat tersebut menyusuri lubang yang sempit, basah dan hangat menghasilkan sensasi dan getaran kenikmatan yang luar biasa. Saya menutup mata saya sambil berusaha menikmati setiap perasaan yang ada.</p>
<p>Merasakan batang kemaluan saya mencapai ujung lorong kemaluan Vivi, saya mencium bibir dan keningnya.</p>
<p>&#8220;I love you, Vi.. Kamu cakep sekali,&#8221; bisik saya di telinganya.</p>
<p>&#8220;I love you too..&#8221; jawab Vivi dengan nafas memburu.</p>
<p>Setelah itu mulailah saya mengeluarkan dan memasukkan tongkat wasiat saya. Saya merasakan Vivi juga menggerakkan pinggulnya dengan gerakan memutar.</p>
<p>&#8220;Ah.. Enak.. Vii..&#8221; harus saya akui bahwa permainannya begitu nikmat.</p>
<p>Setelah pinggul saya terasa capek, saya mengganti gerakan saya dengan gerakan memutar. &#8220;Ahh.. Ohh.. ahh..&#8221; Vivi mendesah dan desahan beserta teriakannya membangkitkan nafsu saya.</p>
<p>&#8220;Ahh.. Gua datang Gus..&#8221; Kali ini arus kenikmatan yang datang begitu dahsyat. Vivi menggerakkan pinggulnya dengan cepat dan bertenaga. Saya sendiri berusaha menekan tongkat wasiat saya sedalam-dalamnya.</p>
<p>Akhirnya arus kenikmatan kedua tersebut tiba juga diiringi teriakan Vivi yang begitu keras. Saya menutup bibirnya dengan bibir saya agar suaranya tidak membangunkan tetangga kamar kost-nya.</p>
<p>Akhirnya dia terbaring lemas. Saya kembali memberikan dia waktu untuk menikmati arus kenikmatan tersebut. Setelah itu saya kembali menarik dan mendorong keluar masuk tongkat wasiat saya. Terangsang oleh desahan dan teriakan Vivi, saya akhirnya menyembulkan cairan hangat saya di lubang kenikmatannya yang sudah basah kuyub. &#8220;Ahh.. gua datang Vi..&#8221; Betapa nikmatnya.</p>
<p>Setelah itu, dengan tubuh lemas Vivi berjalan ke arah Handycam-nya dan menghubungkannya ke telivisi 28 inch. Saya sendiri masih terengah-engah kecapekan di ranjang.</p>
<p>Vivi me-rewind handycam-nya beberapa kali dan mencari-cari rekaman percintaan kita. Akhirnya dia menemukan adegan tersebut. Dada saya berdegup kencang menyaksikan diri saya di rekaman tersebut. Beberapa perasaan hadir sekaligus, takut, senang, terangsang, penasaran dan sebagainya. Vivi sendiri juga melotot melihat rekaman tersebut. Ketika rekaman tersebut menunjukkan Vivi mencapai orgasmenya karena jilatan saya, saya melihat Vivi meraba daerah kemaluannya sendiri. Tongkat saya mulai mengeras dan membesar.</p>
<p>Akhirnya malam itu kita bercinta dua kali lagi. Saya orgasme tiga kali dan Vivi sekitar tujuh kali. Tetapi setiap kali kita melihat adegan rekaman tersebut, dengan cepat gairah nafsu menguasai kita.</p>
<p>Di pagi hari Vivi menghapus rekaman tersebut. Sebenarnya saya ingin menyimpannya tetapi dia menolak, sayang sekali khan?</p>
<p>Part 3: Teratai di kolam berlumpur</p>
<p>September 1996</p>
<p>Setelah kejadian tersebut, hubungan saya dan Vivi semakin akrab. Bulan depan papa saya akan datang ke Jakarta. Saya bermaksud mengenalkan Vivi pada beliau.</p>
<p>Jumat malam saya diminta boss saya untuk menemani lima tamu perusahaan saya ke karoake Hailai. Memakai jas hitam dan koas ketat didalam, saya terlihat begitu keren malam itu.</p>
<p>Tiba di karaoke tersebut, kami meminta Maminya untuk mencarikan kami 6 orang cewek yang akan menemani kami bernyanyi. Dalam waktu 15 menit, Mami tersebut kembali dengan beberapa orang gadis.</p>
<p>Gadis kedua yang memakai baju putih dengan segera menarik perhatian saya. Dada saya berdebar dan tubuh saya gemetar ketika mengenal gadis tersebut. Dia adalah Vivi!! Ruangan karoake yang gelap tidak bisa menyembunyikan sosok yang begitu saya sayangi dan cintai. Sosok yang selalu hadir didalam mimpi saya. Sosok yang akan saya kenalkan pada papa saya bulan depan.</p>
<p>Ketika melihat saya, terlihat mata Vivi membesar dan kemudian dia berlari keluar. Saya segera mengejarnya keluar. Saya melihat dia menuruni tangga menuju toilet cewek. Dengan cepat saya mengejarnya tanpa menghiraukan tatapan orang di ruangan diskotik tersebut (karoake tersebut berada di lantai dua, lantai pertama adalah diskotik).</p>
<p>Akhirnya saya berhasil menyusulnya, dia berdiri di lorong yang menuju toilet wanita. Dia menundukkan kepalanya.</p>
<p>&#8220;Vi..&#8221; saya memanggilnya.</p>
<p>Dia mengangkat kepalanya, matanya terlihat berkaca-kaca.</p>
<p>&#8220;Maafin saya, Gus..&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Kenapa.. Kenapa Vi? Enam bulan kita bersama, kenapa kamu membohongi saya?&#8221; suara saya meninggi menahan amarah dan duka.</p>
<p>&#8220;Saya memang wanita malam.. maafkan saya..&#8221; pinta Vivi, &#8220;Mama saya sakit jantung dan memerlukan biaya yang besar untuk mengobati penyakitnya. Kakak saya juga bekerja di sini.&#8221;</p>
<p>Lidah saya terasa kelu, tetapi membayangkan bahwa dia membohongi saya selama enam bulan dan bahkan saya bermaksud mengenalkannya pada papa saya, amarah saya kembali menggelegar. Pacar saya adalah wanita malam! Di mana saya menaruh muka saya? Bagaimana saya menghadapi keluarga saya? Teman saya? Customer saya? Rekan kerja saya? Bajingan!!</p>
<p>&#8220;Kamu manusia hina, Vi!&#8221; Itulah kalimat terakhir yang saya ucapkan setelah itu saya kembali ke ruangan karoake yang gelap. Kepada tamu saya, saya mengatakan bahwa gadis tersebut adalah saudara jauh saya.</p>
<p>Malam itu saya tidak bisa memejamkan mata sepanjang malam. Mengapa sang Pencipta begitu kejam mencobai saya? Mengapa? Mengapa?</p>
<p>Part 4: Arti Kehidupan</p>
<p>Hampir empat tahun berlalu sejak kejadian tersebut. Saat ini pandangan saya sudah jauh lebih dewasa dan saya menyesal telah memperlakukan Vivi seakan-akan dia bukan manusia.</p>
<p>Sebenarnya dia begitu baik, rela berkorban demi mamanya. Saya akan melakukan hal yang sama seandainya saya itu dia! Saya sangat menyesal. Saya tahu bahwa cobaan dari Sang Pencipta adalah untuk kebaikan kita juga.</p>
<p>&#8220;Hati kita akan kehilangan kelembutannya jika tidak pernah merasakan airmata, dan ketajaman gunting memberikan keindahan dan keanggunan pada ilalang.&#8221;</p>
<p>Kabar terakhir yang saya terima adalah Vivi sekarang telah menjadi isteri Andi, sahabat karib saya yang bisa menerima dia apa adanya. Setelah lulus kuliah, Vivi bekerja disalah satu bank asing dan saat ini dia menduduki posisi Senior Manager, jabatan yang lebih tinggi dari saya sewaktu saya berhenti bekerja! Mereka di karuniai dua orang putra yang begitu cakep. Vivi itu ibarat teratai di kolam berlumpur. Saya hanya melihat sisi kotornya tidak tidak melihat sisi indahnya. Betapa bodohnya saya. Saat ini saya tidak mempunyai siapapun dan apapun. Roda kehidupan terus berputar.. berputar.. berputar.. kadang di kita atas kadang di bawah.</p>
<p>TAMAT</p>
<p><a href="http://blog18tahun.wordpress.com/2010/06/29/cerita-panas-semerbak-teratai-di-kolam-berlumpur-01/"><em><strong>Tags : cerita sex, foto ngentot, smu bugil, gadis indonesia, gambar bokep,  cewek cantik,  toket,  cewek abg,  cerita saru,  Cerita Setengah Baya,  Cerita Daun Muda,  toket montok,  Foto Toket Gadis Abg,  pentil tete,  pentil toket,  toket gede banget, cewek cantik, bugil, gambar bugil, tante girang, chika bandung, cewek telanjang</strong></em></a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blog18tahun.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blog18tahun.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blog18tahun.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blog18tahun.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blog18tahun.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blog18tahun.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blog18tahun.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blog18tahun.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blog18tahun.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blog18tahun.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blog18tahun.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blog18tahun.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blog18tahun.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blog18tahun.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=155&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/07/02/cerita-18-tahun-semerbak-teratai-di-kolam-berlumpur-02/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebcba4daf48149ff1c5b1e51dbf29eb6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blog18tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cerita panas &#8211; Semerbak Teratai di Kolam Berlumpur 01</title>
		<link>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/06/29/cerita-panas-semerbak-teratai-di-kolam-berlumpur-01/</link>
		<comments>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/06/29/cerita-panas-semerbak-teratai-di-kolam-berlumpur-01/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 14:33:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blog18tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita panas]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[cerita daun muda]]></category>
		<category><![CDATA[cerita saru]]></category>
		<category><![CDATA[cerita setengah baya]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sex]]></category>
		<category><![CDATA[cewek abg]]></category>
		<category><![CDATA[cewek cantik]]></category>
		<category><![CDATA[cewek telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[chika bandung]]></category>
		<category><![CDATA[foto ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Toket Gadis Abg]]></category>
		<category><![CDATA[gadis indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bokep]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bugil]]></category>
		<category><![CDATA[pentil tete]]></category>
		<category><![CDATA[pentil toket]]></category>
		<category><![CDATA[smu bugil]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>
		<category><![CDATA[toket gede banget]]></category>
		<category><![CDATA[toket montok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog18tahun.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Didalam hitam ada putih, didalam putih ada hitam. Didalam kebenaran ada kesalahan, dan didalam kesalahan ada kebenaran. Tidak ada yang abadi dan sempurna di dunia ini. Di tengah kolam berlumpur yang kotor tumbuh sekuntum bunga teratai nan indah dan semerbak. Adakah yang bersedia mengotori dirinya untuk mendapatkan bunga tersebut? Part one: Pertemuan Pertama Jakarta, February [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=153&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Didalam hitam ada putih, didalam putih ada hitam. Didalam kebenaran ada kesalahan, dan didalam kesalahan ada kebenaran. Tidak ada yang abadi dan sempurna di dunia ini.</p>
<p>Di tengah kolam berlumpur yang kotor tumbuh sekuntum bunga teratai nan indah dan semerbak. Adakah yang bersedia mengotori dirinya untuk mendapatkan bunga tersebut?</p>
<p>Part one: Pertemuan Pertama</p>
<p>Jakarta, February 1996</p>
<p>Minggu siang, bersama dua orang teman saya, Andi dan Al, kita berjalan-jalan menghabiskan waktu di Mal Ciputra. Andi adalah teman akrab saya sejak kecil, satu SMP, SMA, dan satu universitas. Dia seumur dengan saya, 24 tahun. Sedang Al adalah adik teman kuliah saya. Dia berumur 19 tahun dan kuliah di UT, tetangga Mal Ciputra.</p>
<p>Ketika berada di eskalator menuju lantai 5, tiba-tiba tatapan saya tertuju ke sepasang paha langsing mulus milik seorang cewek yang berada di depan saya. Paha putih mulus tersebut hanya tertutup sedikit di bagian atas oleh rok mini biru tuanya yang berwarna hitam. Karena posisi saya yang berada di bawah, saya bisa melihat celana dalam hitamnya yang mengintip malu-malu di antara kedua pahanya. Terasa degup jantung saya yang semakin cepat. Tiba di lantai 5, saya mempercepat langkah kaki saya untuk menyusul gadis tersebut. Andi dan Al mengikuti saya. Ketika saya berada sejajar dengan gadis tersebut, saya memandang wajahnya, &#8220;Oh my god! Cewek yang sangat manis, dengan sepasang matanya begitu bulat dan jernih. Wajahnya begitu mulus dan cantik! dengan rambut hitam tebal panjang, dia terlihat begitu mempesona.&#8221;</p>
<p>Saya berjalan terus mengikuti cewek tersebut. Di belakang saya, Andi dan Al sedang mengobrol dan tidak menyadari bahwa saya sedang memperhatikan cewek tersebut. Gadis tersebut berjalan masuk ke Hoka Hoka Bento. Saya menghentikan langkah saya dan menunggu Andi dan Al.</p>
<p>&#8220;Makan yuk.. Gua lapar nich..&#8221; ajakku yang ternyata disambut gembira oleh mereka. Memang saat itu sudah hampir jam 3 sore dan kita belum makan siang. Selesai memesan makanan, saya mencari meja yang bersebelahan dengan cewek tersebut. Sambil makan saya menatap dia, yang dibalas juga oleh si cewek. &#8220;Wah.. nantang ya..&#8221; pikir saya selanjutnya. Saya percaya bahwa tatapan mata seseorang itu bisa menceritakan kondisi orang tersebut. Saya bisa membaca ada kesedihan dan kekaguman di sinar matanya. Kesedihan yang tidak saya ketahui alasannya dan kekaguman yang saya kira ditujukan ke saya:) (Buat para petualang yang belum berpengalaman, saran saya adalah memperhatikan tatapan cewek di mana saja kalian berada. Biasanya cewek yang berani melawan tatapan anda adalah petualang juga, buktikanlah).</p>
<p>Cukup lama kita mengadu pandangan, akhirnya dia menunduk dengan wajah memerah. Saya mengambil kesempatan tersebut untuk menurunkan tatapan mata saya ke payudaranya. Kaos hitam tipisnya tidak bisa menyembunyikan tonjolan buah dadanya, &#8220;Lumayan cukup besar,&#8221; pikir saya.</p>
<p>&#8220;Tuh cewek cakep banget Gus, kayaknya lagi memperhatikan kita-kita..&#8221; bisik Andi yang duduk di samping saya.</p>
<p>&#8220;Mana.. mana..?&#8221; tanya Al. Masih polos tuh anak, belum tahu kalau sejak tadi aku sudah mengincar cewek tersebut.</p>
<p>&#8220;Yang duduk di meja sebelah.. aduh.. cakepnya.. saya jatuh cinta pada pandangan pertama nih..&#8221; kata Andi.</p>
<p>Saya cuma diam dan sedang melanjutkan tatapan saya. Sekali-kali dia membalas tatapan mataku. Sambil makan, saya mengumpulkan keberanian untuk berkenalan. Saat saya sedang mempertimbangkan maju atau mundur, tiba-tiba Andi berjalan ke arah cewek tersebut. Terlihat dia menyapa cewek tersebut dan kemudian terlihat dia mengulurkan tangannya untuk berkenalan.</p>
<p>&#8220;Sialan.. saya kecolongan..&#8221; pikir saya. Tanpa pikir panjang lagi saya menyusul si Andi.</p>
<p>&#8220;.. nunggu temen,&#8221; saya mendengar suara si cewek saat saya mendekati mereka.</p>
<p>&#8220;Gus, kenalin.. ini.. Vivi,&#8221; kata si Andi memperkenalkan cewek tersebut.</p>
<p>Saya mengulurkan tangan saya, &#8220;Saya Agus..&#8221; jawab saya memperkenalkan diri.</p>
<p>&#8220;Vivi..&#8221; jawabnya pendek.</p>
<p>&#8220;Nama yang bagus, lagi menunggu siapa Vi?&#8221; tanya saya. Saya tahu yang namanya cewek itu paling suka dipuji.</p>
<p>Dia tersenyum.. manis sekali. &#8220;Temen saya, janjian mau datang. Kok nggak nongol-nongol sich?&#8221; gerutu Vivi sambil cemberut.</p>
<p>&#8220;Vii.. Vivi..&#8221; tiba-tiba terdengar suara beberapa orang cewek. Saya melihat ke arah suara tersebut yang ternyata berasal dari dua orang cewek temannya si Vivi. Dengan cepat mata saya menyapu wajah mereka yang datang. Lumayan juga pikir saya, tetapi dibandingkan Vivi.., masih mendingan Vivi.. Jadi saya putuskan untuk tetap fokus pada Vivi.</p>
<p>Dalam sekejap ruangan tersebut penuh dengan suara keempat cewek tersebut. Rupanya mereka adalah teman satu SMA. &#8220;Udah ya.. filmnya udah mau mulai.. seneng ketemu kalian,&#8221; kata Vivi sambil berjalan keluar restaurant. Wah, gimana nich biar bisa ketemu lagi, saya memutar otak saya.</p>
<p>&#8220;Vii.. bisa minta nomor telepon loe..&#8221; seru saya sambil berlari ke arah Vivi. Dia tersenyum manis dan menyebut nomor HP tertentu. Dengan sigap saya mengeluar HP dan memasukkan nomor tersebut. Di belakang saya Andi juga memasukkan nomor tersebut ke HP-nya. Kemudian Vivi meninggalkan restaurant tersebut, membawa bersamanya semangat dan jiwa saya.</p>
<p>&#8220;Gus, saya jatuh cinta nih.. buat saya aja ya?&#8221; tanya si Andi.</p>
<p>&#8220;Wah, sorry Di, saya juga suka.. buat gua aja ok?&#8221; tanyaku balik.</p>
<p>Saat itu entah bercanda atau tidak Andi menjawab, &#8220;Gua lebih baik kehilangan seorang temen daripada kehilangan Vivi..&#8221;</p>
<p>Part 2: Kala cinta mulai bersemi</p>
<p>Malamnya sekitar jam 9, saya langsung menelepon Vivi. Tanggapannya cukup baik, kita ngobrol sekitar 15 menit. Dari sana saya tahu kalau dia kost di daerah Mangga Besar bersama seorang kakak perempuannya. Saat ini dia kuliah di salah satu universitas di kawasan Grogol, jurusan Management tingkat akhir. Umurnya 23 tahun. Asalnya dari Palembang, dan di Palembang ibunya tinggal bersama dengan seorang kakak perempuannya.</p>
<p>Habis itu hampir setiap hari saya selalu menelepon Vivi dan menanyakan kondisi dia, dsbnya. Akhirnya saya tahu bahwa dia belum punya cowok. Pernah pacaran sebelumnya tetapi sudah putus tahun lalu. Saya beberapa kali mengajak dia keluar tetapi selalu ditolak dengan halus. Akhirnya semangat saya sedikit mengendor tetapi tetap rajin menanyakan kondisi dia.</p>
<p>Suatu hari kakaknya yang mengangkat telepon saya dan memberitahukan bahwa Vivi sedang sakit. Saya menanyakan alamat mereka dan kakaknya memberitahukan saya. Kemudian dengan bergegas saya mengeluarkan mobil saya dan mengarahkan mobil saya ke kost-nya. Saya singgah sebentar di Bakmi Gajah Mada dan membeli dua bungkus bakmi. Waktu saya tiba di kost mereka, ternyata Vivi sedang tidur dan saya menitipkan bakmi tersebut ke kakaknya. Kakaknya sangat mirip dengan Vivi, dengan tubuh yang jauh lebih indah. Menurut saya Vivi agak kurus.</p>
<p>Tindakan saya ini rupanya memberikan kesan yang sangat mendalam pada Vivi. Besoknya dia menelepon saya untuk mengucapkan terima kasih. Ada nada haru di suaranya. Minggu itu selama tiga hari berturut-turut saya membelikan makanan buat mereka. Hari ketiga saya dipersilakan masuk ke kost mereka yang cukup mewah. Ketika jam dinding berdentang 10 kali, saya melihat kakaknya si Vivi dengan gelisah selalu melirik ke jam. Tahu diri, saya pamit pada mereka.</p>
<p>Benih-benih cinta mulai bersemi di hati saya dan Vivi. Hampir setiap minggu saya nongol di kost-nya dan kita sering makan dan nonton bareng.</p>
<p>15 Maret 1999 jam 17.00, saya sedang bekerja di kantor saya yang berlokasi di daerah Sudirman. Saya dipindahkan dari cabang Grogol ke kantor pusat sejak bulan February 2000. Tiba-tiba HP saya berdering dan saya lihat nama Vivi muncul di layar telepon tersebut. Dengan buru-buru saya menjawab telepon tersebut, rupanya hari itu Vivi ulang tahun dan dia bermaksud mengundang saya untuk makan malam. Tanpa pikir panjang saya langsung mengiyakan.</p>
<p>Buru-buru saya membereskan barang-barang saya dan dengan tergesa-gesa saya menuju ke toko di gedung sebelah untuk membeli satu pot bunga mawar berikut boneka beruang yang cukup besar.</p>
<p>Malam itu Vivi terlihat begitu cantik, dengan baju pestanya berwarna hitam. Belahan bajunya yang begitu rendah memamerkan kulit dadanya yang putih bersih. Dia terlihat begitu ceria dan dengan sigap merekam situasi di sana dengan handycam-nya. Ketika itu, saya terkejut melihat sosok yang saya kenal: Andi. Dia sendiri juga terlihat kaget melihat saya. Rupanya saat itu Vivi mentraktir Andi bersama dengan teman-teman SMA-nya. Terasa canggung sekali saat itu berhadapan dengan Andi.</p>
<p>Setelah itu saya bersama Vivi makan disalah satu café di Kemang. Ketika saya mengantarkan Vivi pulang, dia mengaku bahwa Andi sering meneleponnya tetapi dia sendiri lebih suka bersama saya. Saat mendengar pengakuannya saya termenung, bagaimana tanggapan Andi yang merupakan teman dekat saya kalau saya pacaran dengan Vivi?</p>
<p>Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 ketika kita tiba kembali di kost-nya. Kakaknya saat itu tidak berada kost, menurut Vivi, kakaknya sedang keluar kota. Kemudian Vivi meminta saya menunggu soalnya dia bermaksud untuk mandi.</p>
<p>Ketika dia mandi, iseng-iseng saya melihat sekeliling kamarnya berjalan ke arah telivi yang terletak di atas meja tulis. Tanpa sengaja, mata saya tertuju ke ujung sebuah photo yang nongol dari salah satu laci di meja tersebut. Saya mengeluarkan photo tersebut dan tercegang melihat photo seorang cewek telanjang. Saya memperhatikan photo tersebut dan mengucek-ngucek mata, gadis itu adalah kakaknya si Vivi! Di foto tersebut, kakaknya sedang berdiri di samping kolam renang pribadi dengan tubuh polos! Terlihat buah dadanya yang montok dan bulu kemaluannya yang sangat lebat. Dengan tangan gemetar, mata saya mencari tanggal di photo tersebut, 12 Desember 1995. Hmm.. masih baru.</p>
<p>Tiba-tiba suara air di kamar mandi menghilang. Dengan sigap saya memasukkan photo tersebut kembali dan selesai mandi Vivi keluar hanya mengenakan handuk berwarna pink, sepertinya dia sedang memancingku. Dia terlihat sangat segar.</p>
<p>Ketika dia membuka lemari untuk mencari pakaian, saya memeluknya dari belakang. Terasa tubuhnya yang dingin dan tercium wangi sabun yang baru dipakainya. Saya mencium lehernya dari belakang.</p>
<p>&#8220;Ih.. Geli ah.. udah dong..&#8221; komentar Vivi.</p>
<p>Aku tidak menjawab melainkan tetap melanjutkan ciumanku, kali ini turun ke pundaknya yang putih mulus. Dia berusaha mengelak, tetapi saya tidak memberinya kesempatan. Ciuman saya berlanjut ke belakang telinganya. Saya bisa mendengar nafasnya yang mulai memburu.</p>
<p>Tangan saya melingkari pinggangnya yang ramping. Saat itu kemaluan saya menekan pinggulnya yang sangat montok. Ciuman saya kemudian berlanjut ke pipinya. Dia menoleh ke belakang dengan sigap bibir saya mendarat di bibirnya. Saya mengulum bibirnya dengan penuh perasaan. Dia menutup matanya dan terlihat menikmati ciuman tersebut. Selang 5 menit kemudian, tangan kanan saya beralih ke buah dadanya yang masih tertutup handuk. Kenyal sekali. Jari-jari saya berusaha mencari puting susunya tetapi agak susah soalnya di balik handuk tersebut dia sudah memakai bra. Tangan kiri saya beralih mengelus pahanya yang putih mulus. Terasa mulus dan dingin (habis baru mandi).</p>
<p>Entah disengaja atau tidak, Vivi menggerak-gerakkan pinggulnya sehingga menggesek kemaluan saya. Getar kenikmatan yang saya rasakan begitu luar biasa.</p>
<p>&#8220;Eh, gua punya ide nih..&#8221; tiba-tiba Vivi berkata, &#8220;Gimana kalo kita merekam apa yang akan kita lakukan?&#8221;</p>
<p>&#8220;E.. me.. me.. reekamm?&#8221; tanyaku tergagap. Aku sering nonton BF tetapi kalau pemainnya saya sendiri gimana ya?</p>
<p>&#8220;Iya, abis itu kalo kita nonton lagi pasti seru..&#8221; jawab Vivi. Saya tidak menyangka di balik wajahnya yang begitu polos dia bisa menawarkan hal tersebut.</p>
<p>&#8220;E.. boleh dech.. tapi abis itu langsung di hapus ya?&#8221; kataku, sedikit ragu-ragu. Habis gimana kalau nanti ada orang lain yang melihat film tersebut?</p>
<p>&#8220;Tentu dong.. Hihi..&#8221; jawab Vivi.</p>
<p>Kemudian dia berjalan ke meja dan membuka handycam-nya. Dia menekan beberapa tombol dan meletakkannya di meja dengan kamera menghadap ke ranjang.</p>
<p>Bersambung ke bagian 02</p>
<p><a href="http://blog18tahun.wordpress.com/2010/06/25/cerita-18-tahun-gairah-dosen-dan-pembantu/"><em><strong>Tags : cerita sex, foto ngentot, smu bugil, gadis indonesia, gambar bokep,  cewek cantik,  toket,  cewek abg,  cerita saru,  Cerita Setengah Baya,  Cerita Daun Muda,  toket montok,  Foto Toket Gadis Abg,  pentil tete,  pentil toket,  toket gede banget, cewek cantik, bugil, gambar bugil, tante girang, chika bandung, cewek telanjang</strong></em></a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blog18tahun.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blog18tahun.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blog18tahun.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blog18tahun.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blog18tahun.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blog18tahun.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blog18tahun.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blog18tahun.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blog18tahun.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blog18tahun.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blog18tahun.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blog18tahun.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blog18tahun.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blog18tahun.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=153&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/06/29/cerita-panas-semerbak-teratai-di-kolam-berlumpur-01/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebcba4daf48149ff1c5b1e51dbf29eb6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blog18tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita 18 Tahun &#8211; Gairah Dosen Dan Pembantu</title>
		<link>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/06/25/cerita-18-tahun-gairah-dosen-dan-pembantu/</link>
		<comments>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/06/25/cerita-18-tahun-gairah-dosen-dan-pembantu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 15:22:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blog18tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita 18 Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[abg telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[bugil ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita panas]]></category>
		<category><![CDATA[dian sastro bugil]]></category>
		<category><![CDATA[foto abg]]></category>
		<category><![CDATA[foto gadis]]></category>
		<category><![CDATA[foto indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[gadis bugil]]></category>
		<category><![CDATA[gadis jepang]]></category>
		<category><![CDATA[gambar abg]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bugil]]></category>
		<category><![CDATA[gambar indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab bugil]]></category>
		<category><![CDATA[julia perez telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[memek indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[perawan bugil]]></category>
		<category><![CDATA[sarah azhari bugil]]></category>
		<category><![CDATA[setengah baya]]></category>
		<category><![CDATA[siswi bugil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog18tahun.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini terjadi saat saya kuliah dulu. Saya saat itu sangat pemalu dan tidak banyak teman wanita. Ceritanya begini, pada waktu ujian tengah semester, saya dipanggil ke rumah dosen wanita yang masih agak muda, sekitar 26 tahun. Ia juga lulusan dari perguruan tinggi tersebut. Dipanggil ke rumahnya karena saya diminta untuk mengurus keperluan dia, karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=151&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Cerita ini terjadi saat saya kuliah dulu. Saya saat itu sangat pemalu dan tidak banyak teman wanita. Ceritanya begini, pada waktu ujian tengah semester, saya dipanggil ke rumah dosen wanita yang masih agak muda, sekitar 26 tahun. Ia juga lulusan dari perguruan tinggi tersebut. Dipanggil ke rumahnya karena saya diminta untuk mengurus keperluan dia, karena dia akan ke luar kota. Malam harinya saya pun ke rumahnya sekitar jam 7 malam. Saat itu rumahnya hanya ada pembantu (yang juga masih muda dan cantik). Suaminya ketika itu belum pulang dari rapat di puncak.</p>
<p>Saat saya membuka pintu rumahnya, saya agak terbelalak karena dia memakai gaun tidur yang tipis, sehingga terlihat payudara yang menyumbul keluar. Saat saya perhatikan, dia ternyata tidak memakai BH. Terlihat saat itu buah dadanya yang masih tegar berdiri, tidak turun. Putingnya juga terlihat besar dan kemerahan, sepertinya memiliki ukuran sekitar 36B.</p>
<p>Sewaktu saya sedang memperhatikan Dosen saya itu, saya kepergok oleh pembantunya yang ternyata dari tadi memperhatikan saya. Sesaat saya jadi gugup, tetapi kemudian pembantu itu malah mengedipkan matanya pada saya, dan selanjutnya ia memberikan minuman pada saya. Saat ia memberi minum, belahan dadanya jadi terlihat (karena pakaiannya agak pendek), dan sama seperti dosen saya ukurannya juga besar.</p>
<p>Kemudian dosen saya yang sudah duduk di depan saya berkata, (mungkin karena saya melihat belahan dada pembantu itu) &#8220;Kamu pingin ya &#8220;nyusu&#8221; sama buah dada yang sintal..?&#8221;</p>
<p>Saya pun tergagap dan menjawab, &#8220;Ah.. enggak kok Bu..!&#8221;</p>
<p>Lalu dia bilang, &#8220;Nggak papa kok kalo kamu pingin.., Ibu juga bersedia nyusuin kamu.&#8221;</p>
<p>Mungkin karena ia saya anggap bercanda, saya bilang saja, &#8220;Oh.., boleh juga tuh Bu..!&#8221;</p>
<p>Tanpa diduga, ia pun mengajak saya masuk ke ruang kerjanya.</p>
<p>Saat kami masuk, ia berkata, &#8220;Andre, tolong liatin ada apaan sih nih di punggung Ibu..!&#8221;</p>
<p>Kemudian saya menurut saja, saya lihat punggungnya. Karena tidak ada apa-apa, saya bilang, &#8220;Nggak ada apa-apa kok Bu..!&#8221;</p>
<p>Tetapi tanpa disangka, ia malah membuka semua gaun tidurnya, dengan tetap membelakangiku. Saya lihat punggungnya yang begitu mulus dan putih. Kemudian ia menarik tangan saya ke payudaranya, oh sungguh kenyal dan besar. Kemudian saya merayap ke putingnya, dan benar perkiraan saya, putingnya besar dam masih keras.</p>
<p>Kemudian ia membalikkan tubuhnya, ia tersenyum sambil membuka celana dalamnya. Terlihat di sekitar kemaluannya banyak ditumbuhi bulu yang lebat.</p>
<p>Kemudian saya berkata, &#8220;Kenapa Ibu membuka baju..?&#8221;</p>
<p>Ia malah berkata, &#8220;Sudah.., tenang saja! Pokoknya puaskan aku malam ini, kalau perlu hingga pagi.&#8221;</p>
<p>Karena saya ingin juga merasakan tubuhnya, saya pun tanpa basa-basi terus menciuminya dan juga buah dadanya. Saya hisap hingga ia merasa kegelian. Kemudian ia membuka pakaian saya, ia pun terbelalak saat ia melihat batang kejantanan saya.</p>
<p>&#8220;Oh, sangat besar dan panjang..! (karena ukuran penis saya memang besar, sekitar 17 cm dan berdiameter 3 cm)&#8221;</p>
<p>Dosen saya pun sudah mulai terlihat atraktif, ia mengulum penis saya hingga biji kemaluan saya.</p>
<p>&#8220;Ah.. ahh Bu.. enak sekali, terus Bu, aku belum pernah dihisap seperti ini..!&#8221; desah saya.</p>
<p>Karena dipuji, ia pun terus semangat memaju-mundurkan mulutnya. Saya juga meremas-remas terus buah dadanya, nikmat sekali kata dosen saya. Kemudian ia mengajak saya untuk merubah posisi dan membentuk posisi 69.</p>
<p>Saya terus menjilati vaginanya dan terus memasukkan jari saya.</p>
<p>&#8220;Ah.. Andre, aku sudah nggak kuat nih..! Cepat masukkan penismu..!&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Baik Bu..!&#8221; jawab saya sambil mencoba memasukkan batang kemaluan saya ke liang senggamanya.</p>
<p>&#8220;Ah.., ternyata sempit juga ya Bu..! Jarang dimasukin ya Bu..?&#8221; tanya saya.</p>
<p>&#8220;Iya Andre, suami Ibu jarang bercinta dengan Ibu, karena itu Ibu belum punya anak, ia pun juga sebentar permainannya.&#8221; jawabnya.</p>
<p>Kemudian ia terus menggelinjang-gelinjang saat dimasukkannya penis saya sambil berkata, &#8220;Ohh.. ohh.. besar sekali penismu, tidak masuk ke vaginaku, ya Ndre..?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah nggak kok Bu..&#8221; jawab saya sambil terus berusaha memasukkan batang keperkasaan saya.</p>
<p>Kemudian, untuk melonggarkan lubang vaginanya, saya pun memutar-mutar batang kemaluan saya dan juga mengocok-ngocoknya dengan harapan melonggarkan liangnya. Dan betul, lubang senggamanya mulai membuka dan batang kejantanan saya sudah masuk setengahnya.</p>
<p>&#8220;Ohh.. ohh.. Terus Ndre, masukkan terus, jangan ragu..!&#8221; katanya memohon.</p>
<p>Setelah memutar dan mengocok batang kejantanan saya, akhirnya masuk juga rudal saya semua ke dalam liang kewanitaannya.</p>
<p>&#8220;Oohh pssff.. aha hhah.. ah..&#8221; desahnya yang diikuti dengan teriakannya, &#8220;Oh my good..! Ohh..!&#8221;</p>
<p>Saya pun mulai mengocok batang kemaluan saya keluar masuk. Tidak sampai semenit kemudian, dosen saya sudah mengeluarkan cairan vaginanya.</p>
<p>&#8220;Oh Andre, Ibu keluar..&#8221; terasa hangat dan kental sekali cairan itu.</p>
<p>Cairan itu juga memudahkan saya untuk terus memaju-mundurkan batang keperkasaan saya. Karena cairan yang dikeluarkan terlalu banyak, terdengar bunyi, &#8220;Crep.. crep.. slepp.. slepp..&#8221; sangat keras. Karena saya melakukannya sambil menghadap ke arah pintu, sehingga terdengar sampai ke luar ruang kerjanya.</p>
<p>Saat itu saya sempat melihat pembantunya mengintip permainan kami. Ternyata pembantu itu sedang meremas-remas payudaranya sendiri (mungkin karena bernafsu melihat permainan kami). Oh, betapa bahagianya saya sambil terus mengocok batang keperkasaan saya maju mundur di liang vagina dosen saya. Saya juga melihat tontonan gratis ulah pembantunya yang masturbasi sendiri, dan saya baru kali ini melihat wanita masturbasi.</p>
<p>Setelah 15 menit bermain dengan posisi saya berada di atasnya, kemudian saya menyuruh dosen saya pindah ke atas saya sekarang. Ia pun terlihat agresif dengan posisi seperti itu.</p>
<p>&#8220;Aha.. ha.. ha..&#8221; ia berkata seperti sedang bermain rodeo di atas tubuh saya.</p>
<p>15 menit kemudian ia ternyata orgasme yang kedua kalinya.</p>
<p>&#8220;Oh, cepat sekali dia orgasme, padahal aku belum sekalipun orgasme.&#8221; batin saya.</p>
<p>Kemudian setelah orgasmenya yang kedua, kami berganti posisi kembali. Ia di atas meja, sedangkan saya berdiri di depannya. Saya terus bermain lagi sampai merasakan batas dinding rahimnya.</p>
<p>&#8220;Oh.. oh.. Andre, pelan-pelan Ndre..!&#8221; katanya.</p>
<p>Kelihatannya ia memang belum pernah dimasukan batang kemaluan suaminya hingga sedalam ini. 15 menit kemudian ia ternyata mengalami orgasme yang ketiga kalinya.</p>
<p>&#8220;Ah Andre, aku keluar, ah.. ah.. ahh.. nikmat..!&#8221; desahnya sambil memuncratkan kembali cairan kemaluannya yang banyak itu.</p>
<p>Setelah itu ia mengajak saya ke bath-tub di kamar mandinya. Ia berharap agar di bath-tub itu saya dapat orgasme, karena ia kelihatannya tidak sanggup lagi membalas permainan yang saya berikan. Di bath-tub yang diisi setengah itu, kami mulai menggunakan sabun mandi untuk mengusap-usap badan kami. Karena dosen saya sangat senang diusap buah dadanya, ia terlihat terus-terusan bergelinjang. Ia membalasnya dengan meremas-remas buah kemaluan saya menggunakan sabun (bisa pembaca rasakan nikmatnya bila buah zakar diremas-remas dengan sabun).</p>
<p>Setelah 15 menit kami bermain di bath-tub, kami akhirnya berdua mencapai klimaks yang keempat bagi dosen saya dan yang pertama bagi saya.</p>
<p>&#8220;Oh Andre, aku mau keluar lagi..!&#8221; katanya.</p>
<p>Setelah terasa penuh di ujung kepala penis saya, kemudian saya keluarkan batang kejantanan saya dan kemudian mengeluarkan cairan lahar panas itu di atas buah dadanya sambil mengusap-usap lembut.</p>
<p>&#8220;Oh Andre, engkau sungguh kuat dan partner bercinta yang dahsyat, engkau tidak cepat orgasme, sehingga aku dapat orgasme berkali-kali. ini pertama kalinya bagiku Andre. Suamiku biasanya hanya dapat membuatku orgasme sekali saja, kadang-kadang tidak sama sekali.&#8221; ujar dosen saya.</p>
<p>Kemudian karena kekelalahan, ia terkulai lemas di bath-tub tersebut, dan saya keluar ruang kerjanya masih dalam keadaan bugil mencoba mengambil pakaian saya yang berserakan di sana.</p>
<p>Di luar ruang kerjanya, saya lihat pembantu dosen saya tergeletak di lantai depan pintu ruangan itu sambil memasukkan jari-jarinya ke dalam vaginanya. Karena melihat tubuh pembantu itu yang juga montok dan putih bersih, saya mulai membayangkan bila saya dapat bersetubuh dengannya. Yang menarik dari tubuhnya adalah karena buah dadanya yang besar, sekitar 36D. Akhirnya saya pikir, biarlah saya main lagi di ronde kedua bersama pembantunya. Pembantu itu pun juga tampaknya bergairah setelah melihat permainan saya dengan majikannya.</p>
<p>Saya langsung menindih tubuhnya yang montok itu dengan sangat bernafsu. Saya mencoba melakukan perangsangan terlebih dulu ke bagian sensitifnya. Saya mencium dan menjilat seluruh permukaan buah dadanya dan turun hingga ke bibir kemaluannya yang ditumbuhi hutan lebat itu. Tidak berapa lama kemudian, kami pun sudah mulai saling memasukkan alat kelamin kami. Kami bermain sekitar 30 menit, dan tampaknya pembantu ini lebih kuat dari majikannya. Terbukti saat kami sudah 30 menit bermain, kami baru mengeluarkan cairan kemaluan kami masing-masing. Oh, ternyata saya sudah bermain seks dengan dua wanita bernafsu ini selama satu setengah jam. Saya pun akhirnya pulang dengan rasa lelah yang luar biasa, karena ini adalah pertama kalinya saya merasakan bercinta dengan wanita.</p>
<p>Saat ini saya pun sedang mencoba bermain seks lewat chatting dengan orang bule di internet. Tetapi saya ingin merasakan bermain seks dengan wanita Indonesia asli. Dapatkah pembaca membantu saya, silakan kirim email ke saya.</p>
<p>TAMAT</p>
<p><a href="http://blog18tahun.wordpress.com/2010/06/22/cerita-18-tahun-nafsu-pembantuku-sumiah/"><em><strong>Tags : cerita dewasa, cerita panas, 17 tahun, setengah baya, julia perez telanjang, gambar bugil, bugil ngentot,dian sastro bugil,foto gadis,foto abg,sarah azhari bugil,gadis jepang,abg telanjang,perawan bugil,jilbab bugil,gambar abg,siswi bugil,gambar indonesia,memek indonesia,foto indonesia,gadis bugil</strong></em></a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blog18tahun.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blog18tahun.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blog18tahun.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blog18tahun.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blog18tahun.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blog18tahun.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blog18tahun.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blog18tahun.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blog18tahun.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blog18tahun.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blog18tahun.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blog18tahun.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blog18tahun.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blog18tahun.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=151&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/06/25/cerita-18-tahun-gairah-dosen-dan-pembantu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebcba4daf48149ff1c5b1e51dbf29eb6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blog18tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita 18 Tahun &#8211; Nafsu Pembantuku Sumiah</title>
		<link>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/06/22/cerita-18-tahun-nafsu-pembantuku-sumiah/</link>
		<comments>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/06/22/cerita-18-tahun-nafsu-pembantuku-sumiah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 14:36:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blog18tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita 18 Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[17tahun]]></category>
		<category><![CDATA[abg bugil]]></category>
		<category><![CDATA[artis telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[bokep indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita berahi]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita ghairah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita panas]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil]]></category>
		<category><![CDATA[foto telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bugil]]></category>
		<category><![CDATA[MelayBoleh]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu Boleh]]></category>
		<category><![CDATA[memek abg]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu pembantu]]></category>
		<category><![CDATA[setengah baya]]></category>
		<category><![CDATA[Skandal Melayu]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[telanjang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog18tahun.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Aku adalah seorang ayah dari 2 orang anak lelaki yang berusia 9 dan 4 tahun. Isteriku bekerja sebagai Direktur di suatu prusahaan swasta. Kehidupan rumah tanggaku harmonis dan bahagia, kehidupan seks-ku dengan isteriku tidak ada hambatan sama sekali. Kami memiliki seorang pembantu, Sumiah namanya, berumur kurang lebih 23 tahun, belum kawin dan masih lugu karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=149&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Aku adalah seorang ayah dari 2 orang anak lelaki yang berusia 9 dan 4 tahun. Isteriku bekerja sebagai Direktur di suatu prusahaan swasta. Kehidupan rumah tanggaku harmonis dan bahagia, kehidupan seks-ku dengan isteriku tidak ada hambatan sama sekali. Kami memiliki seorang pembantu, Sumiah namanya, berumur kurang lebih 23 tahun, belum kawin dan masih lugu karena kami dapatkan langsung dari desanya di Jawa Timur. Wajahnya biasa saja, tidak cantik juga tidak jelek, kulitnya bersih dan putih terawat, badannya kecil, tinggi kira-kira 155 cm, tidak gemuk tapi sangat ideal dengan postur tubuhnya, buah dadanya juga tidak besar, hanya sebesar nasi di Kentucky Fried Chicken.</p>
<p>Cerita ini terjadi pada tahun 2007, berawal ketika aku pulang kantor kurang lebih pukul 14:00, jauh lebih cepat dari biasanya yang pukul 19:00. Anakku biasanya pulang dengan ibunya pukul 18:30, dari rumah neneknya. Seperti biasanya, aku langsung mengganti celanaku dengan sarung kegemaranku yang tipis tapi adem, tanpa celana dalam. Pada saat aku keluar kamar, nampak Sumiah sedang menyiapkan minuman untukku, segelas besar es teh manis.</p>
<p>Pada saat dia akan memberikan padaku, tiba-tiba dia tersandung karpet di depan sofa di mana aku duduk sambil membaca koran, gelas terlempar ke tempatku, dan dia terjerembab tepat di pangkuanku, kepalanya membentur keras kemaluanku yang hanya bersarung tipis. Spontan aku meringis kesakitan dengan badan yang sudah basah kuyup tersiram es teh manis, dia bangun membersihkan gelas yang jatuh sambil memohon maaf yang tidak henti-hentinya.</p>
<p>Semula aku akan marah, namun melihat wajahnya yang lugu aku jadi kasihan, sambil aku memegangi kemaluanku aku berkata, &#8220;Sudahlah nggak pa-pa, cuman iniku jadi pegel&#8221;, sambil menunjuk kemaluanku.</p>
<p>&#8220;Sum harus gimana Pak?&#8221; tanyanya lugu.</p>
<p>Aku berdiri sambil berganti kaos oblong, menyahut sambil iseng, &#8220;Ini musti diurut nih!&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya, Pak nanti saya urut, tapi Sum bersihin ini dulu Pak!&#8221; jawabnya.</p>
<p>Aku langsung masuk kamar, perasaanku saat itu kaget bercampur senang, karena mendengar jawaban pembantuku yang tidak disangka-sangka. Tidak lama kemudian dia mengetuk pintu, &#8220;Pak, Mana Pak yang harus Sum urut..&#8221; Aku langsung rebah dan membuka sarung tipisku, dengan kemaluanku yang masih lemas menggelantung. Sum menghampiri pinggir tempat tidur dan duduk.</p>
<p>&#8220;Pake, rhemason apa balsem Pak?&#8221; tanyanya.</p>
<p>&#8220;Jangan.. pake tangan aja, ntar bisa panas!&#8221; jawabku.</p>
<p>Lalu dia meraih batang kemaluanku perlahan-lahan, sekonyong-konyong kemaluanku bergerak tegang, ketika dia menggenggamnya.</p>
<p>&#8220;Pak, kok jadi besar?&#8221; tanyanya kaget.</p>
<p>&#8220;Wah itu bengkaknya mesti cepet-cepet diurut. Kasih ludahmu aja biar nggak seret&#8221;, kataku sedikit tegang.</p>
<p>Dengan tenang wajahnya mendekati kemaluanku, diludahinya ujung kemaluanku.</p>
<p>&#8220;Ah.. kurang banyak&#8221;, bisikku bernafsu.</p>
<p>Kemudian kuangkat pantatku, sampai ujung kemaluanku menyentuh bibirnya, &#8220;Dimasukin aja ke mulutmu, biar nggak cape ngurut, dan cepet keluar yang bikin bengkak!&#8221; perintahku seenaknya.</p>
<p>Perlahan dia memasukkan kemaluanku, kepalanya kutuntun naik turun, awalnya kemaluanku kena giginya terus, tapi lama-lama mungkin dia terbiasa dengan irama dan tusukanku. Aku merasa nikmat sekali. &#8220;Akh.. uh.. uh.. hah..&#8221; Kulumannya semakin nikmat, ketika aku mau keluar aku bilang kepadanya, &#8220;Sum nanti kalau aku keluar, jangan dimuntahin ya, telan aja, sebab itu obat buat kesehatan, bagus sekali buat kamu&#8221;, bisikku. &#8220;Hepp.. ehm.. HPp&#8221;, jawabnya sambil melirikku dan terus mengulum naik turun.</p>
<p>Akhirnya kumuncratkan semua air maniku. &#8220;Akh.. akh.. akh.. Sum.. Sum.. enakhh..&#8221; Pada saat aku menyemprotkan air maniku, dia diam tidak bergerak, wajahnya meringis merasakan cairan asing membasahi kerongkongannya, hanya aku saja yang membimbing kepalanya agar tetap tidak melepas kulumannya.</p>
<p>Setelah aku lemas baru dia melepaskan kulumannya, &#8220;Udah Pak?, apa masih sakit Pak?&#8221; tanyanya lugu, dengan wajah yang memelas, bibirnya yang basah memerah, dan sedikit berkeringat. Aku tertegun memandang Sum yang begitu menggairahkan saat itu, aku duduk menghampirinya, &#8220;Sum kamu capek ya, apa kamu mau tahu kalau kamu diurut juga kamu bisa seger kayak Bapak sekarang!&#8221;</p>
<p>&#8220;Nggak Pak, saya nggak capek, apa bener sih Pak kalo diurut kayak tadi, bisa bikin seger? tanyanya semakin penasaran. Aku hanya menjawab dengan anggukan dan sambil meraih pundaknya kucium keningnya, lalu turun ke bibirnya yang basah dan merah, dia tidak meronta juga tidak membalas. Aku merasakan keringat dinginnya mulai keluar, ketika aku mulai membuka kancing bajunya satu persatu, sama sekali dia tidak berontak hingga tinggal celana dalam dan Bh-nya saja.</p>
<p>Tiba-tiba dia berkata, &#8220;Pak, Sum malu Pak, nanti kalo Ibu dateng gimana Pak?&#8221; tanyanya takut.</p>
<p>&#8220;Lho Ibu kan baru nanti jam enam, sekarang baru jam tiga, jadi kita masih bisa bikin seger badan&#8221;, jawabku penuh nafsu. Lalu semua kubuka tanpa penutup, begitu juga aku, kemaluanku sudah mulai berdiri lagi. Dia kurebahkan di tepi tempat tidur, lalu aku berjongkok di depan dengkulnya yang masih tertutup rapat, &#8220;Buka pelan-pelan ya, nggak pa-pa kok, aku cuma mau urut punya kamu&#8221;, kataku meyakinkan, lalu dia mulai membuka pangkal pahanya, putih, bersih dan sangat sedikit bulunya yang mengitari liang kewanitaannya, cenderung botak.</p>
<p>Dengan ketidaksabaranku, aku langsung menjilat bibir luar kewanitaannya, tanpa ampun aku jilat, sesekali aku sodokkan lidahku ke dalam, &#8220;Akh.. Pak geli.. akh.. akuhhfh..&#8221; Klitorisnya basah mengkilat, berwarna merah jambu. Aku hisap, hanya kira-kira 5 menit kulumat liang kewanitaannya, lalu dia berteriak sambil menggeliat dan menjepit kepalaku dengan pahanya serta matanya terpejam. &#8220;Akh.. akh.. uahh..&#8221; teriakan panjang disertai mengalirnya cairan dari dalam liang kewanitaannya yang langsung kujilati sampai bersih.</p>
<p>&#8220;Gimana Sum, enak?&#8221; tanyaku nakal. Dia mengangguk sambil menggigit bibir, matanya basah kutahu dia masih takut. &#8220;Nah sekarang, kalau kamu sudah ngerti enak, kita coba lagi ya, kamu nggak usah takut!&#8221;. Kuhampiri bibirnya, kulumat bibirnya, dia mulai memberikan reaksi, kuraba buah dadanya yang kecil, lalu kuhisap-hisap puting susunya, dia menggelinjang, lama kucumbui dia, hingga dia merasa rileks dan mulai memberikan reaksi untuk membalas cumbuanku, kemaluanku sudah tegang.</p>
<p>Kemudian kuraba liang kewanitaannya yang ternyata sudah berlendir dan basah, kesempatan ini tidak kusia-siakan, kutancapkan kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya, dia berteriak kecil, &#8220;Aauu.. sakit Pak!&#8221;. Lalu dengan perlahan kutusukkan lagi, sempit memang, &#8220;Akhh.. uuf sakit Pak..&#8221;. Melihat wajahnya yang hanya meringis dengan bibir basah, kuteruskan tusukanku sambil berkata, &#8220;Ini nggak akan lama sakitnya, nanti lebih enak dari yang tadi, sakitnya jangan dirasain..&#8221; tanpa menunggu reaksinya kutancapkan kemaluanku, meskipun dia meronta kesakitan, pada saat kemaluanku terbenam di dalam liang surganya kulihat matanya berair (mungkin menangis) tapi aku sudah tidak memikirkannya lagi, aku mulai mengayunkan semua nafsuku untuk si Sum.</p>
<p>Hanya sekitar 7 menit dia tidak memberikan reaksi, namun setelah itu aku merasakan denyutan di dalam liang kewanitaannya, kehangatan cairan liang kewanitaannya dan erangan kecil dari bibirnya. Aku tahu dia akan mencapai klimaks, ketika dia mulai menggoyangkan pantatnya, seolah membantu kemaluanku memompa tubuhnya. Tak lama kemudian, tangannya merangkul erat leherku, kakinya menjepit pinggangku, pantatnya naik turun, matanya terpejam, bibirnya digigit sambil mengerang, &#8220;Pak.. Pak terus.. Pak.. Sum.. Summ..Sum.. daapet enaakhh Pak.. ahh..&#8221; mendengar erangan seperti itu aku makin bernafsu, kupompa dia lebih cepat dan.. &#8220;Sum.. akh.. akh.. akh..&#8221; kusemprotkan semua maniku dalam liang kewanitaannya, sambil kupandangi wajahnya yang lemas. Aku lemas, dia pun lemas.</p>
<p>&#8220;Sum aku nikmat sekali, habis ini kamu mandi ya, terus beresin tempat tidur ini ya!&#8221;, suruhku di tengah kenikmatan yang kurasakan.</p>
<p>&#8220;Ya Pak&#8221;, jawabnya singkat sambil mengenakan pakaiannya kembali.</p>
<p>Ketika dia mau keluar kamar untuk mandi dia berbalik dan bertanya, &#8220;Pak.. kalo pulang siang kayak gini telpon dulu ya Pak, biar Sum bisa mandi dulu, terus bisa ngurutin Bapak lagi&#8221;, lalu ngeloyor keluar kamar, aku masih tertegun dengan omongannya barusan, sambil menoleh ke sprei yang terdapat bercak darah perawan Sum.</p>
<p>Saat ini Sum masih bekerja di rumahku, setiap 2 hari menjelang menstruasi (datang bulannya sangat teratur), aku pulang lebih awal untuk berhubungan dengan pembantuku, namun hampir setiap hari di pagi hari kurang lebih pukul 5, kemaluanku selalu dikulumnya saat dia mencuci di ruang cuci, pada saat itu isteriku dan anak-anakku belum bangun.</p>
<p>TAMAT</p>
<p><a href="http://blog18tahun.wordpress.com/2010/06/18/cerita-18-tahun-nikmatnya-ngentot-cewek-mahasiswi/"><em><strong>Tags : cerita nafsu, cerita panas, cerita 17tahun, cerita dewasa, bugil, telanjang, melayu boleh, 17tahun, skandal melayu, cerita ghairah, foto bugil, artis telanjang, abg bugil, cerita berahi, memek abg, foto telanjang, setengah baya, melayboleh, tante, gambar bugil, bokep indonesia, nafsu pembantu</strong></em></a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blog18tahun.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blog18tahun.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blog18tahun.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blog18tahun.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blog18tahun.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blog18tahun.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blog18tahun.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blog18tahun.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blog18tahun.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blog18tahun.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blog18tahun.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blog18tahun.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blog18tahun.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blog18tahun.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blog18tahun.wordpress.com&amp;blog=9768183&amp;post=149&amp;subd=blog18tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog18tahun.wordpress.com/2010/06/22/cerita-18-tahun-nafsu-pembantuku-sumiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebcba4daf48149ff1c5b1e51dbf29eb6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blog18tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
